Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pernikahan Sederhana Jadi Tren: Hemat Biaya, Tetap Penuh Makna

Siti Sulbiyah Kurniasih • Sabtu, 3 Mei 2025 | 15:08 WIB

 

Ilustrasi pernikahan.
Ilustrasi pernikahan.

Dalam beberapa waktu terakhir, tren menikah secara sederhana seperti di Kantor Urusan Agama (KUA) atau menggelar intimate wedding semakin populer di kalangan anak muda. Pilihan ini dianggap lebih praktis, hemat biaya, dan mencerminkan nilai-nilai baru yang dipegang generasi saat ini.

Oleh : Siti Sulbiyah

Bagi sebagian orang, pernikahan bukan lagi soal kemewahan atau jumlah tamu, melainkan tentang bagaimana momen tersebut menjadi perayaan cinta dengan cara yang lebih personal. Di era di mana pengalaman menjadi lebih berharga, mereka memilih untuk merayakan hari istimewa dengan cara yang lebih sederhana namun tetap bermakna. 

Konsep intimate wedding pun menjadi pilihan favorit. Dengan tamu yang terbatas, suasana pernikahan menjadi lebih akrab dan personal. Sementara itu, ada juga yang memilih menikah hanya dengan prosesi akad sederhana di KUA, tanpa resepsi besar-besaran.

Di tengah maraknya pesta pernikahan mewah dan tren dokumentasi pernikahan di media sosial, Dwi (31) justru memilih jalan berbeda. Ia mantap menikah secara sederhana, tanpa resepsi besar, cukup dengan akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) yang dihadiri oleh keluarga inti.

“Memang menginginkan konsep pernikahan sederhana, salah satunya cukup melakukan akad nikah di KUA saja tanpa ada resepsi yang berlebihan,” ucap pria yang tinggal di Kubu Raya ini.

Ongkos yang dinilai begitu besar dan kesibukan dalam mempersiapkan pesta pernikahan menurutnya akan merepotkan banyak pihak, terutama orangtuanya. Ia hanya menggelar syukuran sederhana dengan dihadiri teman-teman terdekat, setelah melangsungkan akad nikah di KUA.

Keputusan itu bukan diambil secara tiba-tiba. Jauh sebelum ia memiliki pasangan, Dwi sudah berdiskusi dengan orang tuanya tentang keinginannya menggelar pernikahan yang tidak membebani banyak pihak.

Niat menikah secara sederhana juga disampaikan sejak awal kepada calon pasangan dan keluarganya. Ia bersyukur keinginan tersebut diterima dengan baik dan tanpa penolakan.

Langkah Dwi menjadi salah satu cerminan dari semakin banyaknya pasangan muda yang lebih memilih pernikahan sederhana, tanpa mengurangi nilai sakral dan makna dari momen penting dalam hidup mereka. Reni Nurhayati, S.Psi., M.Psi., Psikolog melihat fenomena ini sebagai bagian dari cara berpikir yang lebih matang dan realistis.

“Pasangan muda sekarang cenderung memikirkan masa depan. Uang atau materi yang dimiliki lebih diprioritaskan untuk mempersiapkan kehidupan setelah menikah, untuk membentuk keluarga kecil yang mandiri,” ungkapnya.

Reni memandang, sebagian pasangan mulai menolak tekanan sosial untuk menggelar pesta besar yang menguras biaya. Mereka lebih memilih bentuk perayaan yang sesuai dengan nilai dan gaya hidup mereka sendiri. Walau begitu, alasan finansial memang menjadi salah satu pertimbangan utama. 

Di sisi lain, muncul kesadaran dari mereka untuk hidup secara lebih efektif dan efisien. Sementara pesta atau resepsi pernikahan yang besar dianggap rumit dan menyita banyak waktu serta tenaga. Maka, beberapa orang memilih cara yang lebih sederhana namun tetap berkesan.

Menurut Reni, pernikahan sederhana bisa menjadi langkah awal yang sehat untuk memulai kehidupan bersama. Ketika pasangan sudah mampu berpikir realistis dan menentukan prioritas, mereka cenderung memiliki tekanan emosional yang lebih ringan.

“Seseorang yang sudah berpikir dewasa justru bisa mengurangi stres, karena mereka tahu mana yang menjadi prioritas dan mana yang tidak,” katanya. 

Ia juga mengingatkan bahwa jika salah satu pasangan memiliki gaya hidup yang mewah sementara yang lain lebih sederhana, hal ini bisa memicu tekanan dan konflik dalam rumah tangga. Karena itu, keterbukaan dan kesepakatan sejak awal menjadi sangat penting. **

Editor : Miftahul Khair
#sederhana #kua #Hemat Biaya #pernikahan #tren