Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ini Dampak Positif dan Negatif Pendidikan Anak Ala Militer Menurut Psikolog

Siti Sulbiyah Kurniasih • Rabu, 14 Mei 2025 | 14:24 WIB
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi berbincang dengan siswa di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Bandung.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi berbincang dengan siswa di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Bandung.

PONTIANAK POST - Pendidikan ala militer bagi anak mumunculkan dampak positif sekaligus positif. Dari sisi positif, pendidikan ala militer mungkin dapat meningkatkan disiplin dan kepatuhan anak, membantu mereka lebih patuh terhadap aturan, mengatur waktu dengan baik, dan melaksanakan tugas dengan tekun, sehingga memperbaiki kemandirian dan tanggung jawab. 

“Lingkungan yang terstruktur juga bisa mengurangi kecemasan anak yang merasa jelas dengan peraturan dan ekspektasi,” ungkap Dosen Psikologi IAIN Pontianak, Isyatul Mardiyati, M.Psi., Psikolog. 

Selain itu, tambah dia, dengan pelatihan pengendalian diri, anak-anak dapat belajar mengelola emosi mereka, tetap tenang dalam situasi sulit, dan menghadapi tantangan dengan lebih baik.

Namun, menurutnya, bagi anak yang belum siap menghadapi disiplin ketat, bisa muncul perasaan tertekan, kebingungan, dan kebencian terhadap aturan, serta terisolasi secara emosional.

Stres dan kecemasan bisa meningkat, terutama bagi anak yang sensitif atau yang telah memiliki masalah emosional sebelumnya, karena ketidakmampuan untuk memenuhi standar yang tinggi. 

“Jika pendekatan terlalu keras, anak mungkin menjadi lebih tertutup dan kesulitan mengekspresikan perasaan mereka dengan sehat, yang dapat mengarah pada penekanan emosi dan kesulitan membangun hubungan yang sehat,” paparnya. 

Pendekatan militeristik ini dinilainya juga bertentangan dengan prinsip-prinsip perlindungan hak anak apabila didikan militer yang diberikan disertai ancaman dan tindakan kekerasan. Kondisi ini dapat menjadi trauma kalau anak mendapatkan ketidaknyamanan, atau kekerasan serta tidak dipenuhi hak-haknya. 

Di samping itu, anak-anak yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang keras bisa merasa tertekan dan mengalami penurunan harga diri. “Mereka mungkin merasa gagal karena tidak memenuhi standar yang ditetapkan, yang dapat berujung pada perasaan rendah diri dan depresi,” katanya. 

Ia pun menegaskan bahwa pembentukan disiplin pada anak harusnya tidak mengutamakan pemberian hukuman apalagi hukuman fisik maupun verbal, melainkan lebih menggunakan sistem pemberian konsekuensi yang logis. (sti)

Editor : Miftahul Khair
#pendidikan #militer #psikolog #Negatif #anak #positif #dampak