Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kunci Menjalin Hubungan Harmonis Saat Usia Perempuan Lebih Tua Menurut Pakar

Siti Sulbiyah Kurniasih • Sabtu, 17 Mei 2025 | 15:07 WIB
Ilustrasi seorang pria melamar pasangannya.
Ilustrasi seorang pria melamar pasangannya.

Perbedaan usia dalam pernikahan sering kali menjadi bahan perbincangan di tengah masyarakat, terutama ketika perempuan lebih tua dari pasangannya. Dalam budaya yang masih sarat nilai patriarki, kondisi ini kerap memunculkan stigma sosial dan persepsi negatif. Padahal, bagi pasangan yang memiliki kedewasaan emosional, usia bukanlah penghalang dalam membangun rumah tangga yang harmonis.

Oleh: Siti Sulbiyah

Pasangan Luna Maya dan Maxime Bouttier, kini menjadi sorotan publik lantaran pernikahan mereka yang telah digelar pada 7 Mei 2025 yang lalu. Keduanya telah menjalin hubungan yang romantis meskipun terdapat perbedaan usia yang cukup signifikan, yaitu 10 tahun

Mengutip Jawapos.com, diketahui Luna lahir pada 26 Agustus 1983, lebih tua dibandingkan Maxime yang lahir pada 15 Januari 1994. Namun perbedaan usia yang terpaut satu dekade tersebut tidak menghalangi pria berdarah Indonesia – Prancis itu untuk menikahi sang kekasih.

Fenomena pernikahan dengan perbedaan usia signifikan, khususnya ketika istri lebih tua dari suami, masih sering memancing sorotan publik. Namun bagi dua insan yang saling mencintai dan memahami, usia hanyalah angka yang tak menghalangi langkah menuju masa depan bersama.

Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Wifka Rahma Syauki, Dosen Ilmu Komunikasi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Dalam studinya yang berjudul “Dialektika Hubungan Pasangan Perkawinan Beda Usia: Studi pada Perkawinan dengan Usia Suami yang Lebih Muda”, disebutkan bahwa pada sebuah hubungan, kedua pasangan khususnya antar individu tidak melihat usia sebagai halangan. Namun justru adanya stigma dari masyarakat yang menjadi penyebab munculnya dialektika pada hubungan.

Dalam kesimpulannya, penelitian tersebut juga menyebut masalah perbedaan usia muncul hampir pada semua budaya yang umumnya masih memegang prinsip budaya patriarki. Maka dari itu usia masih tetap menjadi sebuah hierarki kekuasaan dalam hal ini menghormati pihak yang lebih tua.

Dengan begitu, perkawinan perempuan dengan laki-laki lebih muda masih menjadi perhatian tersendiri khususnya bagi budaya patriarki. Pasangan yang menikah pasti mengharapkan kebahagiaan dalam pernikahannya dan berharap pernikahannya berjalan memuaskan. Tak terkecuali pada pasangan beda usia dimana usia istri lebih tua.

Sementara itu, Psikolog Reni Nurhayati, S.Psi., M.Psi menilai pernikahan antara laki-laki dan perempuan yang terpaut jauh usianya merupakan fenomena yang sudah biasa dalam masyarakat. Pernikahan dengan perempuan dengan usia lebih tua menurutnya bukanlah hal yang aneh.

“Saat ini, pernikahan yang istrinya lebih tua itu juga hal yang wajar, atau bukan hal yang aneh,” ujarnya.

Anggapan tentang risiko dalam rumah tangga akibat usia yang terpaut jauh tidak sepenuhnya benar. Namun menurutnya, usia tidaklah menentukan kedewasaan seseorang. Apabila kedua pasangan telah matang kedewasaannya, maka risiko yang mengancam biduk rumah tangga lantaran perbedaan usia yang terpaut jauh akan lebih mudah diminimalisir.

“Tentunya tergantung individu. Bagi Individu yang sudah memiliki pemikiran dewasa tidak cukup berpengaruh terhadap jalinan rumah tangga,” ucapnya.

Meski begitu, lanjutnya, konflik dalam rumah tangga adalah sebuah keniscayaan. Konflik rumah tangga sangat mungkin terjadi, tidak memandang pasangan seusia, maupun pasangan yang terpaut usia antara laki-laki dan perempuan. Hanya saja, kata dia, kuncinya adalah kedewasaan dari masing-masing individu.

“Bagi yang tingkat kedewasaannya belum cukup, itu (perbedaan usia) memiliki risiko pada sering munculnya konflik atau permasalahan,” imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa permasalahan yang kerap muncul pada pasangan dengan usia istri lebih tua umumnya berasal dari stigma masyarakat. Masih ada pandangan negatif terhadap pasangan suami istri di mana usia suami jauh lebih muda.

Namun menurutnya, persepsi itu perlahan mulai bergeser seiring semakin banyaknya contoh pasangan seperti ini, terutama dari kalangan publik figur. “Stigma ini sudah mulai tergerus karena wanita yang menikah dengan usia muda, selama mereka bisa memahami satu sama lain tidak akan memberikan pengaruh yang negatif,” ucapnya.

Reni juga berharap masyarakat tidak lagi memberikan penilaian negatif terhadap pasangan beda usia di mana usia istri lebih tua. Dengan menghapus stigma tersebut, maka akan tercipta hubungan yang lebih harmonis, baik dalam rumah tangga maupun dalam lingkungan sosial yang lebih luas.

Adapun konflik yang terjadi selama ini dalam pernikahan, lanjutnya, terjadi karena apabila ada salah satu pihak yang paling mendominasi. Apabila salah satu paling mendominasi, maka konflik dalam keluarga akan menjadi ancaman. Sikap ingin mengatur dari salah satu pihak ini tentu akan mengancam keharmonisan dalam rumah tangga.

“Kalau salah satu mendominasi akan berbahaya. Karena yang satu merasa merasa disetir dan satunya merasa menyetir. Yang ada seperti perintah antara senior dan junior, bukan sebagai pasangan,” jelasnya. **

Editor : Miftahul Khair
#luna maya #hubungan #perempuan lebih tua #harmonis