PONTIANAK POST - Tak hanya soal memahami perbedaan biologis dan psikologis, penting untuk quality time atau waktu berkualitas dalam membina hubungan rumah tangga.
Menurut Ihya Addini Islami, penulis buku “Bukan Sekadar Menikah”, pasangan suami istri sering kali merasa terhubung secara fisik, misalnya berada dalam satu ruangan, namun sejatinya tidak hadir secara emosional.
Menurutnya, quality time itu bukan soal aktivitasnya apa, tapi soal kehadiran emosional dan keterlibatan yang penuh. “Fokus dan menghargai kebersamaan itulah kuncinya,” tegas Ihya.
Ia mengingatkan bahwa gangguan seperti penggunaan ponsel saat bersama pasangan bisa menjadi penghambat terbesar dalam menciptakan kedekatan emosional. “Kontak mata, mata ketemu mata, telinga aktifkan. Jangan sampai salah satu malah main HP,” ujarnya.
Pasangan akan merasa dihargai saat waktu khusus diluangkan untuk mereka. Aktivitas sederhana seperti memasak bersama, menonton film, bermain gim, atau sekadar berjalan santai bisa mempererat hubungan jika dilakukan dengan penuh kesadaran.
Ihya juga menyarankan agar pasangan secara konsisten menjadwalkan waktu khusus, meski hanya beberapa menit setiap hari. “Lebih baik 15 menit quality time sambil minum teh, daripada berjam-jam bareng tapi sambil scroll HP,” tambahnya lagi. (sti)
Editor : Miftahul Khair