PONTIANAK POST - Memasuki usia enam bulan, kebutuhan gizi bayi tidak lagi bisa dipenuhi hanya dari ASI atau susu formula.
Pada tahap ini, orang tua perlu memperkenalkan MPASI (Makanan Pendamping ASI) agar bayi mendapatkan tambahan nutrisi penting untuk tumbuh kembangnya.
MPASI juga berperan dalam melatih kemampuan motorik bayi, membiasakan mereka dengan tekstur makanan, dan membentuk kebiasaan makan yang sehat sejak dini.
Lembaga kesehatan dunia seperti World Health Organization (WHO), Centers for Disease Control and Prevention (CDC), serta American Academy of Pediatrics (AAP) melalui HealthyChildren.org, memberikan panduan resmi yang bisa dijadikan acuan dalam memperkenalkan MPASI dengan benar.
Kapan MPASI Sebaiknya Diberikan?
WHO dan AAP sepakat bahwa MPASI sebaiknya diberikan saat bayi berusia sekitar 6 bulan.
Pada usia ini, bayi umumnya sudah siap menerima makanan padat dengan tanda-tanda seperti:
- Mampu duduk tegak dengan sedikit bantuan
- Sudah bisa menahan kepala dengan stabil
- Menunjukkan minat pada makanan (misalnya meraih makanan orang tua)
- Refleks lidah yang mendorong makanan keluar mulai berkurang
- Pengenalan MPASI terlalu dini (sebelum 6 bulan) berisiko meningkatkan gangguan pencernaan dan alergi, sementara terlalu lambat bisa menyebabkan bayi kekurangan zat gizi penting.
Jenis Makanan Pertama yang Dianjurkan untuk MPASI
Dilansir dari CDC, makanan pertama bayi sebaiknya halus, lembut, dan mudah ditelan.
Beberapa pilihan yang aman dan bergizi antara lain:
-Sereal bayi yang diperkaya zat besi, dicampur ASI atau formula.
- Sayuran yang dihaluskan, seperti wortel, kentang, atau labu.
- Buah yang dilumat, misalnya pisang atau alpukat.
- Protein hewani yang dihaluskan, seperti ayam, ikan tanpa tulang, atau daging merah tanpa lemak.
- WHO menekankan pentingnya keberagaman makanan sejak dini agar bayi terbiasa dengan berbagai rasa dan tekstur.
Cara Memberikan MPASI dengan Aman
AAP merekomendasikan pemberian MPASI dilakukan bertahap, mulai dari porsi kecil (1–2 sendok teh) lalu meningkat sesuai kemampuan bayi.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Perkenalkan satu jenis makanan baru setiap 3–5 hari untuk memantau kemungkinan alergi
- Hindari gula, garam, dan penyedap rasa.
- Jangan berikan madu sebelum usia 1 tahun karena risiko botulisme.
- Pastikan makanan benar-benar halus agar bayi tidak tersedak.
- Selain itu, orang tua perlu menciptakan suasana makan yang nyaman. Dudukkan bayi di kursi makan khusus (high chair), ajak berinteraksi, dan biarkan ia mencoba memegang makanan.
Asupan Cairan dan Pola Makan Harian
Menurut WHO, meski MPASI sudah diperkenalkan, ASI tetap menjadi sumber gizi utama hingga bayi berusia 12 bulan.
Oleh karena itu, pemberian MPASI sebaiknya dilakukan 2–3 kali sehari pada awalnya, lalu bertambah menjadi 3–4 kali sehari dengan tambahan camilan sehat seiring pertumbuhan bayi.
Air putih dapat mulai diperkenalkan dalam jumlah kecil setelah usia 6 bulan, tetapi jangan menggantikan ASI atau susu formula.
Memulai MPASI adalah tahap penting dalam tumbuh kembang bayi. Dengan mengikuti panduan resmi dari WHO, AAP (HealthyChildren.org), dan CDC, orang tua dapat memastikan bahwa nutrisi yang diberikan sudah tepat, aman, dan seimbang. (*)
Editor : Miftahul Khair