PONTIANAK POST - Setiap orang tua tentu ingin anaknya tumbuh menjadi pribadi yang bahagia, mandiri, dan berperilaku positif. Namun, proses mendidik si buah hati sering kali tidak mudah.
Ada masa ketika anak sulit diatur, mudah marah, atau sulit fokus pada hal-hal yang baik.
Dalam situasi seperti itu, sebagian orang tua mulai mencari pendekatan pengasuhan yang lebih lembut salah satunya melalui hypnoparenting.
Hypnoparenting adalah metode pengasuhan si kecil dengan memanfaatkan kekuatan sugesti positif, baik secara sadar maupun melalui kondisi rileks si kecil.
Teknik ini membantu orang tua menanamkan nilai, perilaku, dan kebiasaan baik tanpa paksaan.
Berdasarkan berbagai penelitian di Indonesia, metode ini terbukti efektif dalam membentuk karakter positif si buah hati, menurunkan emosi negatif, dan mempererat hubungan emosional orang tua dan si kecil.
Apa Itu Hypnoparenting?
Menurut Jurnal Implementasi Hypnoparenting dalam Pengasuhan Anak Usia Dini, hypnoparenting berasal dari dua kata, hypnosis dan parenting, yang berarti pengasuhan si kecil dengan pendekatan sugesti positif.
Teknik ini dilakukan saat si kecil dalam keadaan santai, tenang, dan mudah menerima pesan.
Sementara itu, dirujuk dari Nalanda Journal, pola asuh sugestif bukanlah teknik menghipnotis dalam arti menidurkan si buah hati, melainkan memberikan pesan bawah sadar yang lembut melalui kata-kata, intonasi suara, dan kasih sayang.
Misalnya dengan mengatakan:
“Mama percaya kamu anak yang sabar dan berani mencoba hal baru,”
atau
“Kamu anak yang selalu belajar menjadi lebih baik setiap hari.”
Kalimat seperti ini membantu membentuk citra diri positif dan meningkatkan rasa percaya diri si kecil sejak usia dini.
Manfaat Hypnoparenting
Hasil penelitian yang dirujuk dari IAIN Madura menunjukkan bahwa pola asuh sugestif mampu meningkatkan motivasi orang tua dalam mengasuh si buah hati dan memperkuat komunikasi dua arah.
Orang tua jadi lebih sadar untuk menggunakan kalimat yang menenangkan, bukan memerintah atau mengancam.
Sementara penelitian di ResearchGate yang dilakukan di TK Ar Raudah Banjarmasin menemukan bahwa pola asuh sugestif selama 21 hari efektif mengurangi ketergantungan si kecil terhadap gawai (smart device addiction).
Artinya, sugesti positif mampu mengubah kebiasaan si kecil tanpa tekanan.
Beberapa manfaat lain yang disebut dalam berbagai sumber antara lain:
- Membentuk pola pikir positif dan meningkatkan kepercayaan diri si kecil
- Mengurangi perilaku agresif dan tantrum
- Membantu si kecil tidur lebih nyenyak
- Menumbuhkan empati dan disiplin dengan cara alami
- Mempererat ikatan emosional antara orang tua dan buah hati
Prinsip Dasar Hypnoparenting
Menurut School of Parenting, kunci utama dari hypnoparenting adalah suasana hati orang tua.
Sugesti positif hanya akan tersampaikan dengan baik bila disampaikan dalam kondisi tenang dan penuh kasih sayang.
Beberapa prinsip penting dalam pola asuh sugestif antara lain:
- Tenangkan diri sebelum berbicara. Anak adalah cermin emosi orang tua.
- Gunakan kata positif. Hindari kalimat negatif seperti “Jangan nakal!”, ganti dengan “Ayo jadi anak baik.”
- Berikan afirmasi sebelum tidur. Waktu paling efektif untuk memberikan sugesti positif adalah saat si kecil hampir tertidur.
- Ulangi dengan konsisten. Pesan yang diulang dengan nada lembut akan tersimpan kuat di bawah sadar si kecil.
Pengulangan sugesti positif setiap hari akan membentuk kebiasaan baru yang menetap dalam karakter si buah hati.
Baca Juga: Jangan Salah Asuh! Inilah 5 Prinsip Parenting yang Terbukti Membuat Anak Tumbuh Cerdas dan Bahagia
Cara Menerapkan Hypnoparenting di Rumah
Dari berbagai hasil penelitian berikut beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan orang tua di rumah:
1. Ciptakan suasana rileks
Lakukan di tempat tenang, bisa sebelum tidur atau setelah bermain bersama si buah hati
2. Gunakan nada lembut dan penuh kasih
Suara lembut membantu si kecil merasa aman dan membuka pikiran bawah sadarnya.
3. Sampaikan kalimat positif
Misalnya: “Mama bangga kamu sudah berusaha belajar,” atau “Kamu anak hebat yang selalu mau mencoba lagi.”
4. Hindari kalimat yang menakutkan
Kalimat seperti “Nanti dimarahi lho” justru menanamkan rasa takut, bukan disiplin.
5. Lakukan dengan konsistensi dan kesabaran
Pola asuh sugestif bukan sulap instan. Dibutuhkan waktu dan ketenangan agar efeknya terlihat.
Baca Juga: Jangan Panik, Begini Cara Aman Menangani Diare pada Anak di Rumah
Tantangan Menerapkan Hypnoparenting
Beberapa orang masih menganggap pola asuh sugestif identik dengan “menghipnotis anak”. Padahal, seperti dijelaskan dalam Nalanda Journal dan School of Parenting, metode ini tidak berbahaya dan tidak meniadakan kesadaran si kecil.
Sebaliknya, pola asuh sugestif justru membantu si buah hati mengelola emosi, membentuk empati, dan belajar memahami perasaan sendiri.
Tantangan utama bagi orang tua biasanya adalah konsistensi dan pengendalian emosi. Saat orang tua sedang stres, kalimat negatif mudah keluar tanpa sadar.
Karena itu, melatih diri untuk tenang dan sadar kata-kata menjadi bagian penting dari proses ini.
Melalui komunikasi lembut, afirmasi harian, dan konsistensi, orang tua dapat menanamkan nilai-nilai baik yang akan tertanam kuat hingga si kecil dewasa. (*)
Editor : Miftahul Khair