PONTIANAK POST - Rambut adalah mahkota, meski tertutup hijab bukan berarti bisa diabaikan perawatannya. Banyak wanita berhijab yang mengalami masalah seperti rambut lepek, rontok, berketombe, atau bau tidak sedap.
Menurut para ahli kecantikan yang dilansir Vogue dan AboutIslam, rambut berhijab justru membutuhkan perhatian ekstra agar tetap sehat dan kuat dari akar hingga ujungnya.
Perawatan rambut bagi wanita berhijab tidak hanya soal memilih sampo yang tepat, tapi juga tentang kebiasaan sehari-hari yang sering luput diperhatikan.
Nah, berikut panduan lengkap agar mahkota kepala tetap segar dan bernutrisi meski tertutup seharian.
1. Pastikan Benar-Benar Kering Sebelum Mengenakan Hijab
Kebiasaan memakai hijab saat masih lembab adalah penyebab utama timbulnya bau apek, ketombe, bahkan jamur di kulit kepala.
Dilansir dari Vogue, helaian yang tertutup dalam keadaan basah akan menciptakan lingkungan lembap yang mendukung pertumbuhan bakteri dan jamur.
Tips:
- Keringkan secara alami atau gunakan hair dryer dengan suhu rendah.
- Hindari membungkus dengan handuk terlalu lama karena bisa membuat kulit kepala semakin lembab.
- Gunakan serum pelindung mahkota kepala sebelum memakai hijab agar tetap lembut dan mudah diatur.
2. Pilih Bahan Hijab yang Ramah Kulit Kepala
Bahan hijab juga punya peran penting untuk menjaga kesehatan mahkota kepala. AboutIslam menyarankan memilih kain yang ringan dan menyerap keringat seperti katun, voile, atau chiffon.
Sebaliknya, bahan seperti polyester tebal bisa membuat kepala mudah gerah dan kulit kepala berkeringat.
Tips:
- Pilih dalaman hijab berbahan breathable seperti spandeks lembut atau serat bambu.
- Hindari memakai hijab berlapis-lapis terlalu lama, terutama di cuaca panas.
Baca Juga: Hari Ini, Hari Solidaritas Hijab Internasional, Bagaimana Sejarahnya?
3. Longgarkan Ikatan di Bawah Hijab
Mengikat terlalu ketat bisa menyebabkan “traction alopecia” alias kerontokan akibat tarikan berlebih pada akar mahkota kepala.
Muslim Ink menjelaskan, berganti-ganti posisi ikatan dapat mencegah tekanan di satu titik yang sama.
Tips:
- Gunakan karet tanpa logam.
- Gaya sanggul rendah lebih disarankan dibanding kuncir tinggi.
- Lepas ikatan saat di rumah agar kulit kepala bisa bernapas.
4. Jaga Kebersihan dan Kelembaban Rambut Secara Rutin
Meski tertutup, ia tetap memproduksi minyak alami yang bisa menyebabkan lepek.
Keramas minimal dua hingga tiga kali seminggu, tergantung aktivitas.
Gunakan sampo ringan dengan pH seimbang yang sesuai jenis kulit kepala (kering, berminyak, atau sensitif).
Tips:
- Masker dari lidah buaya, minyak zaitun, atau minyak kelapa.
- Gunakan kondisioner hanya di bagian tengah hingga ujung rambut.
- Semprotkan hair mist alami untuk menjaga kesegaran di bawah hijab.
Baca Juga: Cara Ampuh Menghilangkan Noda Keringat di Jilbab dengan Bahan Dapur
5. Biarkan Terurai saat di Rumah
Begitu sampai rumah, lepaskan hijab dan biarkan terurai. Langkah sederhana ini membantu mengurangi kelembaban berlebih dan memberi waktu bagi kulit kepala untuk bernafas.
Tips:
Sisir dengan jari atau sisir bergigi jarang sambil memijat kulit kepala 5–10 menit. Ini meningkatkan aliran darah ke akar dan merangsang pertumbuhan rambut baru.
6. Perhatikan Pola Makan dan Asupan Nutrisi
Kesehatan sangat dipengaruhi oleh pola makan. AboutIslam menekankan pentingnya konsumsi protein, zat besi, dan vitamin B kompleks.
Zat-zat ini membantu memperkuat akar dan menjaga kilau alaminya.
Tips:
- Konsumsi ikan salmon, telur, bayam, alpukat, dan kacang almond.
- Minum air putih minimal dua liter per hari agar rambut tidak mudah kering.
- Konsumsi suplemen biotin atau omega-3 sesuai saran dokter.
7. Ganti Hijab Secara Teratur
Hijab yang jarang dicuci bisa menjadi sarang kuman, minyak, dan debu yang berpindah ke rambut. Cuci hijab minimal dua kali seminggu dengan deterjen lembut dan jemur hingga benar-benar kering.
Tips:
Gunakan parfum kain atau hair mist ringan agar rambut dan hijab selalu wangi tanpa membuat kulit kepala iritasi.
Merawat rambut berhijab bukan sekadar menjaga penampilan, tetapi juga bagian dari menjaga kesehatan diri.
Dengan memperhatikan kebersihan, kelembaban, dan sirkulasi udara, mahkota kepala akan tetap sehat, kuat, dan indah meski tertutup sepanjang hari. (*)
Editor : Miftahul Khair