Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Cara Menghadapi Anak Gen Alpha yang Jago Debat dan Sering Asal Bunyi

Chairunnisya • Selasa, 21 April 2026 | 19:12 WIB
Ilustrasi anak berbicara dengan orangtuanya (AI)
Ilustrasi anak berbicara dengan orangtuanya (AI)

PONTIANAK POST - Banyak orang tua dari Generasi Alpha (anak-anak yang lahir setelah tahun 2010) mengeluhkan hal serupa: anak-anak mereka seolah selalu punya jawaban untuk setiap nasihat.

Fenomena anak yang penuh pertanyaan, berani berpendapat, hingga komentar spontan yang terkesan "asal bunyi" (asbun) kini menjadi warna baru dalam dinamika pola asuh modern.

Kisah lucu sekaligus menguji kesabaran ini sering dibagikan di media sosial. Salah satunya datang dari artis Nikita Willy yang menceritakan percakapannya dengan sang putra, Issa.

Saat ditanya ingin menjadi nabi siapa setelah mengunjungi museum, Issa dengan polosnya menjawab ingin menjadi "Firaun".

Baca Juga: Stop Bentak Anak Laki-Laki, Ini Cara Menegur Tegas Tanpa Melukai Harga Diri

Bukan Melawan, Tapi Sedang Menguji Batas

Menanggapi fenomena ini, psikolog Zarra Dwi Monica, M.Psi., menjelaskan bahwa tingkah laku "asbun" tersebut sebaiknya tidak dilihat sebagai bentuk perlawanan.

"Anak sedang testing the limit, mencoba tahu apa yang boleh dan tidak. Orang tua sebaiknya melihatnya sebagai proses berpikir," ungkap Zarra, dikutip dari Jawapos

Ia menekankan bahwa lingkungan Gen Alpha yang tumbuh dengan teknologi dan pola asuh inklusif membuat mereka lebih terbiasa mengekspresikan pendapat tanpa rasa takut.

Baca Juga: Anak Bukan Mesin Prestasi: Dilema Parenting Modern dan Krisis Kesehatan Mental

Validasi Dulu, Arahkan Kemudian

Menghadapi anak yang kritis dan gemar berdebat membutuhkan keterampilan emosi yang mumpuni dari orang tua. Zarra menyarankan agar orang tua tetap tenang dan objektif saat menjawab pertanyaan "ajaib" mereka.

"Validasi bukan berarti menyetujui semua pendapat, melainkan membuat anak merasa didengar sebelum diberikan batasan. Omongan asbun itu justru kesempatan untuk menjelaskan secara objektif," tambahnya.

Bebas Berpendapat Tetap Ada Batasnya

Meski generasi ini didorong untuk berpikir kritis, pakar dari Naluri Hidup Indonesia mengingatkan pentingnya menanamkan etika berkomunikasi. Anak boleh berbeda pendapat, namun tetap harus sopan, tidak membentak, dan tidak memotong pembicaraan.

Baca Juga: Pelajaran Menulis Tegak Bersambung di SD Bikin Anak Jadi Disiplin dan Teliti

Pola asuh yang paling sesuai untuk Gen Alpha adalah kombinasi antara ketegasan dan kehangatan. Ada aturan yang jelas dan konsisten, namun tetap membuka ruang dialog yang sehat.

Orang tua berperan sebagai figur penuntun yang membimbing anak mengelola emosi, bukan sekadar menuntut kepatuhan buta. (*)

Editor : Chairunnisya
#tips anak #Gen Alpha #anak #keluarga