PONTIANAK POST - Di tengah pesatnya perkembangan dunia digital, game tidak lagi sekadar hiburan. Jika digunakan secara tepat, platform seperti Roblox justru bisa menjadi sarana belajar yang bermanfaat bagi anak.
Menurut Nur Ainy Fardana, psikolog pendidikan dan perkembangan anak Universitas Airlangga, pendampingan orang tua menjadi faktor kunci dalam memastikan anak tetap aman saat beraktivitas di dunia digital.
Ia menyarankan agar orang tua memanfaatkan fitur keamanan yang tersedia di platform, seperti pengaturan privasi dan filter konten, sekaligus mendampingi anak secara langsung. ’
’Bermain bersama anak itu penting. Tidak untuk mengambil alih, tapi untuk memastikan mereka aman,’’ tegasnya, dilansir dari Jawapos.
Baca Juga: Kenali Tanda Kecanduan Game pada Anak, Orang Tua Diminta Lebih Waspada
Dalam konteks pemanfaatan, Roblox dapat memberikan banyak manfaat jika digunakan secara bijak. Anak bisa mengasah keterampilan teknologi, logika pemrograman, hingga kemampuan pemecahan masalah.
Permainan berbasis tim juga membantu mengembangkan kemampuan komunikasi dan kerja sama. ’’Banyak game di Roblox yang bisa memacu kreativitas anak,’’ kata Ainy.
Selain itu, anak juga belajar mengambil keputusan saat bermain. Mereka dituntut memilih strategi, mengelola sumber daya, serta beradaptasi dengan situasi baru bersama pemain lain.
Proses ini melatih kemampuan berpikir kritis sekaligus meningkatkan daya adaptasi.
Baca Juga: Orang Tua Bukan Sekadar Pengawas, Tapi Teladan di Dunia Digital Anak
Namun, di balik manfaat tersebut, terdapat sejumlah risiko yang perlu diwaspadai. Bermain secara berlebihan dapat memicu kecanduan, mengganggu waktu belajar, mengurangi jam tidur, hingga berdampak pada kesehatan mental anak.
Ancaman lain yang tidak kalah serius adalah child grooming, yakni teknik yang dilakukan orang dewasa untuk memanipulasi pikiran anak dengan tujuan mengeksploitasi atau melecehkan secara seksual.
Selain itu, sisi kompetitif dalam Roblox juga dapat memengaruhi kondisi emosional anak. Sistem peringkat, pencapaian, serta perbandingan sosial antar pemain berpotensi menimbulkan rasa iri atau frustrasi ketika mengalami kekalahan.
Baca Juga: Dampingi Anak Bermain Game, Kunci Cegah Dampak Negatif Dunia Digital
Dengan memahami manfaat sekaligus risikonya, orang tua diharapkan dapat lebih bijak dalam mendampingi anak.
Pendekatan yang seimbang akan membantu anak memanfaatkan dunia digital sebagai sarana belajar tanpa mengabaikan aspek keamanan dan kesehatan mental. (*)
Editor : Chairunnisya