PONTIANAK POST - Setiap anak pada dasarnya unik, dengan potensi kecerdasan yang berbeda-beda. Ada yang cepat memahami angka, ada yang mudah bergaul, dan ada pula yang menonjol dalam bidang seni.
Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali jenis kecerdasan yang dominan pada anak agar dapat mengarahkannya secara tepat.
’’Pemahaman ini penting agar orang tua tidak terjebak melihat kecerdasan dari sisi akademik semata,’’ kata Psikolog Wellspring Center, Febiana Pratomo, dikutip dari Jawapos.
Teori multiple intelligences yang dikemukakan Howard Gardner menyebut bahwa kecerdasan manusia tidak tunggal. Ada berbagai jenis kecerdasan, mulai dari linguistik, logis-matematis, spasial, kinestetik, musikal, interpersonal, intrapersonal, naturalistik, hingga eksistensial.
Baca Juga: Jangan Salah Pilih, Ini Tips Memilih Daycare Berkualitas agar Anak Tetap Aman dan Terasuh Baik
Setiap anak bisa memiliki lebih dari satu jenis kecerdasan, bahkan kombinasi beberapa sekaligus. Namun, biasanya terdapat satu area yang lebih dominan.
’’Bisa satu kecerdasan sangat menonjol, tapi bisa juga ada beberapa yang sama-sama kuat,’’ ujar psikolog klinis anak dan remaja tersebut.
Orang tua dapat mulai mengenali kecerdasan anak melalui aktivitas keseharian. Salah satu caranya adalah dengan memberikan kesempatan eksplorasi yang beragam, kemudian mengamati minat dan perilakunya.
’’Bila anak suka menggambar, menyusun puzzle, atau meniru pola bentuk, bisa jadi cerdas visual-spasial yang dominan,’’ paparnya. (*)
Editor : Chairunnisya