PONTIANAK POST - Belajar bahasa asing tidak harus selalu lewat buku pelajaran atau kelas formal.
Justru, anak lebih mudah menyerap bahasa ketika proses belajar terasa menyenangkan dan dekat dengan aktivitas sehari-hari.
Asteria Ratnawati SPsi, Psikolog, mengatakan bahwa bahasa asing sebaiknya diperkenalkan dengan cara yang ringan dan menyenangkan. Orang tua dapat memanfaatkan aktivitas sederhana seperti membaca buku cerita, menonton film, bernyanyi, hingga bermain games.
Baca Juga: Psikolog Ungkap Pentingnya Bahasa Ibu di Tengah Tren Multibahasa Anak
’’Jangan jadikan bahasa asing sebagai beban atau tekanan. Kalau belajar terasa menyenangkan, anak justru akan lebih cepat menyerap,’’ ujar Asteria, dikutip dari Jawapos.
Ia juga mengingatkan agar orang tua tidak terburu-buru membandingkan kemampuan anak dengan anak lain. Sebab, setiap anak memiliki ritme belajar yang berbeda.
Selain lingkungan rumah, sekolah juga bisa membantu mengenalkan variasi bahasa kepada anak. Misalnya, memperkenalkan bahasa daerah setiap minggu atau menggunakan bahasa Inggris untuk aktivitas tertentu.
Baca Juga: Badan Bahasa Berharap Para Misionaris Indonesia Dapat Menjadi Duta-duta Bahasa di Negara Tujuan Misi
Dengan cara tersebut, anak memahami bahwa setiap bahasa memiliki fungsi yang berbeda dalam kehidupan sehari-hari. Anak pun dapat belajar bahasa secara alami tanpa merasa tertekan.
Asteria menambahkan konsistensi tetap menjadi hal penting dalam pengenalan bahasa. Penggunaan bahasa yang teratur membantu anak memahami kapan dan bagaimana bahasa digunakan. (*)
Editor : Chairunnisya