Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Dokter Sarankan Orang Tua Relaksasi Anak Sebelum Tidur untuk Hindari Mimpi Buruk

Miftahul Khair • Senin, 18 Mei 2026 | 14:32 WIB
Ilustrasi relaksasi anak sebelum tidur penting agar terhindari dari mimpi buruk. (MAGNIFIC)
Ilustrasi relaksasi anak sebelum tidur penting agar terhindari dari mimpi buruk. (MAGNIFIC)

PONTIANAK POST — Orang tua disarankan menciptakan suasana tenang sebelum anak tidur malam untuk membantu mencegah mimpi buruk hingga gangguan tidur seperti sleep terror. Langkah sederhana seperti mengajak anak berdoa atau bercerita dinilai dapat membuat anak lebih rileks sebelum masuk fase tidur.

Praktisi kesehatan dr. Andreas Prasadja, RPSGT, mengatakan relaksasi sebelum tidur penting untuk membantu kualitas tidur anak tetap baik.

“Untuk itu, sebelum tidur dilakukan relaksasi anak seperti mengajak untuk membaca doa atau bercerita terlebih dahulu,” ujar Andreas dilansir dari Antara.

Baca Juga: Hadits Larangan Tidur Setelah Ashar Ternyata Lemah, Ini Penjelasan Ulama

Mimpi Buruk pada Anak Bisa Terlihat dari Ingatan Saat Bangun

Menurut Andreas, mimpi buruk pada anak umumnya dapat dikenali dari cerita atau ingatan anak ketika bangun di pagi hari. Anak yang masih mengingat detail mimpi biasanya mengalami mimpi buruk biasa.

Sebaliknya, jika anak tidak mengingat kejadian saat tidur, kondisi tersebut bisa menandakan anak sedang berada dalam fase tidur dalam atau deep sleep.

“Kalau anak-anak biasanya tidak apa-apa. Tapi, kalau anak itu tidak ingat, tapi memiliki khas yang namanya sleep terror biasanya usia empat sampai lima tahun muncul,” kata Andreas.

Deep sleep merupakan fase tidur ketika tubuh berada dalam kondisi paling rileks dan pemulihan fisik berlangsung optimal.

Baca Juga: Konsumsi Kopi Berlebihan Bukan Solusi Atasi Kelelahan, Pakar Ingatkan Risiko Gangguan Tidur hingga Kesehatan Tubuh

Sleep Terror Perlu Diantisipasi Orang Tua

Andreas menjelaskan, sleep terror pada anak biasanya ditandai dengan reaksi ekstrem saat tidur, seperti berteriak, menangis, terlihat sangat ketakutan, atau marah-marah di malam hari.

Kondisi tersebut kerap membuat orang tua panik karena anak tampak sadar, padahal sebenarnya masih berada dalam fase tidur.

“Oleh karena itu, sebaiknya orang tua menjaga anak tersebut kembali tenang dalam tidur. Karena biasanya di umur enam tahun itu sudah tidak ada lagi,” ujarnya.

Ia menilai pendampingan orang tua penting agar anak bisa kembali merasa aman dan tenang saat mengalami gangguan tidur tersebut.

Tidur Siang Juga Baik untuk Kebugaran dan Kecerdasan Anak

Selain kualitas tidur malam, Andreas juga menyoroti manfaat tidur siang bagi anak. Menurut dia, tidur siang dapat membantu menjaga kebugaran tubuh sekaligus mendukung perkembangan kecerdasan otak.

Waktu istirahat yang cukup dinilai berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, terutama pada usia dini ketika perkembangan fisik dan mental berlangsung cepat.

Baca Juga: Cara Kamu Bangun Tidur Bisa Ungkap Kepribadianmu, Ini 4 Tipe yang Perlu Kamu Tahu

Pentingnya Rutinitas Tidur yang Tenang bagi Anak

Relaksasi sebelum tidur menjadi bagian penting dalam membangun rutinitas tidur sehat pada anak. Suasana yang nyaman dan menenangkan dapat membantu anak tidur lebih nyenyak dan mengurangi gangguan tidur pada malam hari.

Kebiasaan sederhana seperti membacakan cerita, berdoa bersama, atau mengurangi aktivitas yang terlalu merangsang sebelum tidur bisa membantu anak lebih mudah memasuki fase istirahat yang berkualitas. (*)

Editor : Miftahul Khair
#mimpi buruk #relaksasi anak sebelum tidur #sleep terror #Orang tua