PONTIANAK POST - Keinginan anak berjualan di sekolah sering kali membuat orang tua khawatir. Banyak yang takut anak kehilangan fokus belajar atau terlalu sibuk memikirkan dagangan.
Namun, psikolog menilai respons orang tua sebaiknya tetap bijak dan tidak langsung melarang.
Psikolog klinis Biro Bright Soul, Doni Mustofa menyarankan orang tua mendengarkan alasan anak terlebih dahulu.
“Dengarkan alasan dan motivasinya. Apakah ingin mencoba hal baru, belajar mandiri, atau menambah uang jajan,” tuturnya, dikutip dari Jawapos.
Baca Juga: Psikolog Sebut Anak Belajar Disiplin Lewat Aktivitas Jualan di Sekolah
Menurutnya, apa pun motivasinya, inisiatif anak patut dihargai. Yang terpenting adalah melihat bagaimana aktivitas tersebut memengaruhi perkembangan anak.
“Yang penting bukan jualannya, tapi bagaimana aktivitas itu memengaruhi perkembangan anak,” ujarnya.
Meski begitu, batasan tetap diperlukan. Orang tua perlu memastikan waktu berjualan tidak berlebihan, barang yang dijual sesuai aturan sekolah, dan aktivitas itu tidak membuat anak tertekan.
Baca Juga: Fenomena Anak Jualan di Kelas Bisa Jadi Tanda Percaya Diri Tumbuh
“Izin orang tua diberikan jika aktivitas tersebut sejalan dengan aturan sekolah dan tidak mengganggu kondisi emosional anak,” katanya.
Doni menegaskan, tujuan utama berjualan adalah membuat anak merasa kompeten, bukan menjadi beban tambahan bagi mereka. (*)
Editor : Chairunnisya