Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Cara Menegur Orang Tua Saat Bayinya Menangis Tanpa Memicu Konflik Sosial

Chairunnisya • Kamis, 21 Mei 2026 | 08:25 WIB
Ilustrasi seorang ibu duduk di bangku taman sedang menenangkan bayinya yang menangis. (AI)
Ilustrasi seorang ibu duduk di bangku taman sedang menenangkan bayinya yang menangis. (AI)

PONTIANAK POST - Tangisan bayi di ruang publik memang bisa mengganggu sebagian orang.

Namun, cara menyampaikan keberatan dinilai sangat menentukan agar situasi tidak berubah menjadi konflik.

Tetap Jaga Etika

Dosen sosiologi Universitas Airlangga, Pingkan Sekar Savira, mengatakan menegur orang tua agar menenangkan bayinya bukan sesuatu yang terlarang.

Meski demikian, etika dalam menyampaikan teguran tetap harus dijaga.

Baca Juga: Saat Tangisan Bayi Memicu Penilaian Sosial terhadap Kemampuan Orang Tua

Pendekatan Empatik Lebih Efektif

Menurutnya, ruang publik bersifat inklusif dan digunakan bersama oleh berbagai kelompok, termasuk keluarga dengan anak kecil.

Karena itu, pendekatan yang empatik lebih efektif dibandingkan teguran bernada menyalahkan.

’’Bisa dimulai dengan kalimat seperti, ’Adiknya sudah dibawa keliling, Bu?’ atau ’Mungkin butuh udara segar ya?’ Itu membuat orang tua merasa dihargai,’’ tuturnya, dikutip dari Jawapos.

Baca Juga: Tantrum Bukan Aib, tetapi Sinyal Emosi

Jika berada di tempat yang membutuhkan ketenangan khusus seperti perpustakaan atau bioskop, pesan tetap dapat disampaikan dengan lebih spesifik tanpa harus menghakimi.

Pingkan menilai, komunikasi yang santun dapat membantu menjaga kenyamanan bersama tanpa melukai perasaan orang tua yang mungkin sedang kesulitan menenangkan anaknya. (*)

Editor : Chairunnisya
#tips anak #tantrum #anak menangis