Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Jangan Langsung Menuduh, Salah Paham Bisa Menghancurkan Hubungan dan Karier Pasangan

Chairunnisya • Senin, 1 Juni 2026 | 16:08 WIB
Ilustrasi istri marah-marah di kantor suami karena curiga dan salah paham (AI)
Ilustrasi istri marah-marah di kantor suami karena curiga dan salah paham (AI)

PONTIANAK POST - Hubungan yang sehat tidak hanya dibangun oleh cinta, tetapi juga kepercayaan dan komunikasi yang baik.

Namun, dalam kehidupan sehari-hari, rasa curiga sering muncul dari hal-hal yang sebenarnya belum tentu bermakna seperti yang dibayangkan.

Beberapa waktu lalu, publik dihebohkan dengan video seorang istri yang melabrak perempuan di kantor suaminya karena menduga ada hubungan khusus.

Baca Juga: Saat Perpisahan Hubungan Asmara Berubah Jadi Drama Terbuka di Media Sosial

Setelah diperiksa, percakapan yang ditemukan ternyata hanya berkaitan dengan pekerjaan. Dampak dari kesalahpahaman tersebut pun tidak kecil, karena sang suami akhirnya kehilangan pekerjaannya.

Menurut Relationship Coach Arif Putra SH, dalam hubungan suami istri emosi sering muncul lebih cepat daripada klarifikasi. Padahal, klarifikasi merupakan langkah paling mendasar sebelum seseorang mengambil kesimpulan atau bertindak.

Apalagi, pesan atau percakapan yang terlihat mencurigakan belum tentu memiliki makna seperti yang dibayangkan. Tanpa klarifikasi, seseorang berpotensi salah menafsirkan konteks percakapan tersebut.

Baca Juga: Donasi Atas Nama Tamu Jadi Tren Baru Suvenir Pernikahan Modern

’’Sungguh tidak bijak kalau langsung bertindak seperti melabrak orang yang bahkan tidak kita kenal,’’ imbuhnya, dikutip dari Jawapos.

Dahulukan Bertanya daripada Menuduh

Arif menyarankan pasangan yang merasa curiga untuk menahan diri dari reaksi impulsif. Cara paling sederhana sekaligus efektif adalah mengajukan pertanyaan secara baik-baik kepada pasangan.

’’Langkah terbaik bertanya dengan sopan, lalu dengarkan penjelasannya. Kita harus memberi kesempatan pasangan untuk menjelaskan. Kalau dari awal niatnya sudah menuduh, maka bertanya tidak lagi menjadi sesuatu yang tulus,’’ katanya.

Baca Juga: Cemburu Buta! Remaja di Pontianak Bacok Rival Pakai Celurit Gara-Gara Pacar

Menurutnya, komunikasi yang sehat akan membantu pasangan memahami situasi secara utuh sebelum mengambil kesimpulan. Dengan begitu, konflik yang sebenarnya tidak perlu dapat dihindari.

Kunci Hubungan Sehat Adalah Kepercayaan

Arif menilai sikap yang paling sehat dalam hubungan adalah menjaga rasa percaya. Selama komunikasi yang terjadi memang berkaitan dengan pekerjaan, pasangan sebaiknya tidak langsung menaruh kecurigaan.

’’Kata kuncinya tetap bertanya, bukan menuduh,’’ ujar penulis tujuh buku relasi yang kerap berbagi kisah dan perspektif soal hubungan romantis lewat @papeeryuzion itu.

Baca Juga: Tips Mengelola Emosi dan Cemburu untuk Hubungan Lebih Harmonis

Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan pandangan mengenai privasi, termasuk soal memeriksa ponsel pasangan, sering menjadi sumber konflik dalam rumah tangga.

Tanpa kesepakatan yang jelas, rasa percaya dapat terkikis dan hubungan menjadi tidak sehat.

’’Kalau tidak ada kesepakatan, masalah seperti ini bisa memicu konflik serius. Rasa percaya ternodai, insecurity meningkat, dan hubungan menjadi tidak sehat,’’ lanjutnya. (*)

Editor : Chairunnisya
#relationship #asmara #tips pernikahan #cemburu #tips rumah tangga