Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Bermain di Alam Bantu Anak Tumbuhkan Empati dan Kepedulian Lingkungan

Chairunnisya • Senin, 8 Juni 2026 | 16:38 WIB
REKREASI: Anak-anak bermain di salah satu alat permainan yang disediakan di Taman Kota Intan Ngabang, Selasa (14/1) sore.MIFTAH/PONTIANAKPOST
REKREASI: Anak-anak bermain di salah satu alat permainan yang disediakan di Taman Kota Intan Ngabang, Selasa (14/1) sore. (MIFTAH/PONTIANAKPOST)

PONTIANAK POST - Bermain di halaman, menyiram tanaman, atau berkebun bersama ternyata bukan sekadar aktivitas mengisi waktu luang. Kegiatan sederhana itu dapat membantu anak memahami lingkungan secara langsung.

Seiring bertambahnya usia, kemampuan anak memahami lingkungan juga berkembang. Karena itu, cara mengenalkan kepedulian lingkungan perlu disesuaikan dengan tahap perkembangan mereka.

Dilansir dari Jawapos, psikolog klinis Griya Psikologi, Aironi Zuroida SPsi MPsi Psikolog, menjelaskan bahwa pada usia empat hingga enam tahun anak mulai memahami hubungan sebab-akibat sederhana.

Baca Juga: Bakal Bangun Ruang Bermain Anak Di Setiap OPD

’’Misalnya dengan menanyakan mengapa tanaman bisa layu atau apa yang terjadi jika air terus dibiarkan mengalir. Aktivitas sederhana seperti menyiram tanaman dan membersihkan halaman juga dapat memperkuat pemahaman mereka,’’ ucap Aironi.

Anak Mulai Memahami Dampak Perilaku

Menurut Aironi, ketika memasuki usia tujuh tahun ke atas, anak mulai mampu memahami persoalan lingkungan yang lebih luas.

Orang tua dapat mulai mengenalkan isu polusi, dampak sampah plastik terhadap hewan, hingga pentingnya menjaga bumi untuk masa depan.

Baca Juga: Bermain Bersama Anak-anak Desa Tolok, Satgas TMMD 1201 Berikan Motivasi

’’Pada tahap ini anak tidak hanya melakukan karena terbiasa, tetapi mulai tumbuh kesadaran dari dalam dirinya. Mereka sudah bisa diajak berdiskusi tentang dampak perilaku terhadap lingkungan,’’ jelasnya.

Perbanyak Interaksi dengan Alam

Aironi menyarankan orang tua lebih sering mengajak anak berkebun, bermain di alam, atau berinteraksi dengan hewan. Pengalaman langsung dinilai mampu membantu anak memahami kehidupan sekaligus menumbuhkan empati secara alami.

Baca Juga: Aksi Generasi Iklim 2025, Anak-anak Belajar Cinta Lingkungan Lewat Sehari Bermain

’’Kuncinya bukan menjadikan ini sebagai aturan yang terasa berat, tetapi pengalaman yang menyenangkan. Bisa dibuat seperti permainan, diberi apresiasi kecil, dan dilakukan bersama secara konsisten,’’ imbuhnya.

Menurutnya, pendekatan yang menyenangkan akan membuat anak lebih mudah membangun hubungan emosional dengan lingkungan dan memahami pentingnya menjaga alam sejak dini. (*)

Editor : Chairunnisya
#tips anak #anak bermain #anak