Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Psikolog Ungkap Pentingnya Teladan Orang Tua dalam Pendidikan Lingkungan

Chairunnisya • Senin, 8 Juni 2026 | 16:54 WIB
Ilustrasi anak buang sampah (AI)
Ilustrasi anak buang sampah (AI)

PONTIANAK POST - Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day setiap 5 Juni menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap bumi dapat dimulai dari lingkungan terdekat, yakni rumah.

Kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari bersama anak dapat menjadi bekal penting dalam membentuk karakter peduli lingkungan sejak usia dini.

Psikolog klinis Griya Psikologi, Aironi Zuroida SPsi MPsi Psikolog, mengatakan masa kanak-kanak merupakan fase pembentukan nilai dan kebiasaan dasar. Pada periode tersebut, anak lebih mudah menyerap perilaku dari lingkungan sekitarnya.

Baca Juga: Green Parenting, Cara Sederhana Membentuk Karakter Anak dan Kepedulian Lingkungan

’’Usia dini adalah fase habit formation atau pembentukan kebiasaan. Kalau sejak kecil anak terbiasa peduli lingkungan, maka nantinya akan terbentuk rasa tanggung jawab dan kesadaran bahwa dirinya adalah bagian dari lingkungan, bukan hanya penikmat,’’ ujar Aironi, dikutip dari Jawapos.

Anak Meniru Apa yang Dilihat

Menurut Aironi, kebiasaan peduli lingkungan ideal mulai dikenalkan sejak anak berusia dua hingga tiga tahun. Pada usia tersebut, anak memang belum memahami konsep abstrak, tetapi sudah mampu belajar melalui pengamatan dan pengalaman langsung.

Baca Juga: Bermain di Alam Bantu Anak Tumbuhkan Empati dan Kepedulian Lingkungan

’’Anak belajar dari apa yang mereka lihat setiap hari. Ketika orang tua konsisten membuang sampah pada tempatnya, anak akan menganggap itu sebagai perilaku yang wajar dan otomatis ikut meniru,’’ lanjutnya.

Ia menjelaskan, hal tersebut sejalan dengan teori social learning Albert Bandura yang menyebutkan bahwa anak belajar melalui proses mengamati dan meniru perilaku di sekitarnya.

’’Kalau orang tua meminta anak hemat air tapi perilakunya boros, anak akan bingung. Sebab, melihat ketidaksesuaian antara ucapan dan tindakan,’’ lanjutnya.

Baca Juga: SDS Bumitama Kendawangan Galang Siswa Peduli Lingkungan dengan Aksi Bersih Pantai

Orang Tua Menjadi Role Model

Karena itu, menurut Aironi, orang tua memiliki peran penting sebagai teladan dalam membangun kebiasaan ramah lingkungan.

Perilaku sederhana yang dilakukan secara konsisten akan lebih mudah ditiru anak dibandingkan nasihat yang hanya disampaikan secara lisan.

Dengan memberikan contoh langsung, anak akan memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sekadar aturan yang harus dipatuhi. (*) 

Editor : Chairunnisya
#tips anak #anak peduli lingkungan #peduli lingkungan