PONTIANAK POST - Istilah-istilah viral yang digunakan anak sering kali membuat orang tua kebingungan. Namun, alih-alih langsung melarang, memahami bahasa digital justru dapat menjadi jembatan komunikasi yang lebih baik antara orang tua dan anak.
Psikolog Klinik Perspektif, Fikri Tahta Nurul Fiqih SPsi MPsi Psikolog, menilai pemahaman terhadap bahasa internet memiliki manfaat penting dalam pengasuhan di era digital.
Membantu Memantau Aktivitas Anak
Baca Juga: Anak Cepat Hafal Istilah Viral, Ternyata Ini Penjelasan Psikolog
Menurut Fikri, memahami istilah yang digunakan anak dapat membantu orang tua mengenali lingkungan digital yang mereka akses.
’’Dengan memahami slang, singkatan, atau istilah viral yang digunakan anak, orang tua bisa memantau keamanan mereka, mencegah cyberbullying, hingga membangun komunikasi yang lebih harmonis,’’ kata psikolog Klinik Perspektif itu, dikutip dari Jawapos.
Diskusi Menjadi Lebih Terbuka
Baca Juga: Orang Tua Perlu Tahu Alasan Anak Mudah Meniru Tren Bahasa
Pemahaman terhadap bahasa digital juga membuat orang tua lebih mudah terhubung dengan anak saat membahas media sosial, game, atau tren yang sedang berkembang.
’’Orang tua tidak perlu langsung melarang ketika anak menggunakan istilah-istilah tersebut di rumah. Ortu bisa ikut belajar agar mengerti artinya dan dapat memberi batas bila memang maknanya buruk atau anak mulai berlebihan,’’ lanjutnya.
Tetap Ajarkan Bahasa Ibu
Baca Juga: Bahasa Membantu Anak Percaya Diri dan Mudah Bersosialisasi
Meski memahami bahasa digital penting, Fikri mengingatkan agar orang tua tetap membiasakan penggunaan bahasa ibu dalam kehidupan sehari-hari.
’’Bahasa ibu membantu anak merasa terhubung dengan keluarga dan budayanya. Ini penting agar anak tetap memiliki ‘rumah’ dalam berpikir dan merasa,’’ ucapnya.
Menurutnya, bahasa ibu tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga bagian dari identitas dan kedekatan emosional anak. (*)
Editor : Chairunnisya