Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Bahasa Viral Bisa Bangun Identitas Sosial Anak, Ini Penjelasannya

Chairunnisya • Selasa, 16 Juni 2026 | 00:02 WIB
Ilustrasi anak berbicara dengan ibunya. (AI)
Ilustrasi anak berbicara dengan ibunya. (AI)

PONTIANAK POST - Penggunaan istilah viral di kalangan anak sering menimbulkan kekhawatiran karena dianggap dapat mengganggu kemampuan berbahasa formal.

Namun, di balik risiko tersebut, bahasa internet juga memiliki fungsi sosial yang penting bagi perkembangan anak.

Dilansir dari Jawapos, Psikolog Klinik Perspektif, Fikri Tahta Nurul Fiqih SPsi MPsi Psikolog, menilai penggunaan bahasa digital perlu disikapi secara seimbang.

Baca Juga: Jangan Langsung Melarang, Orang Tua Perlu Memahami Bahasa Digital Anak

Risiko Jika Digunakan Berlebihan

Menurut Fikri, penggunaan bahasa internet yang berlebihan dapat memengaruhi kemampuan komunikasi formal anak.

’’Anak bisa mengalami penurunan kemampuan berbahasa resmi, kesulitan menulis sesuai kaidah, hingga tidak mampu membedakan situasi formal dan santai,’’ beber Fikri.

Risiko tersebut bisa semakin besar jika disertai penggunaan gawai yang berlebihan.

Baca Juga: Anak Cepat Hafal Istilah Viral, Ternyata Ini Penjelasan Psikolog

’’Hal ini bisa menghambat perkembangan bahasa, bahkan berisiko memicu keterlambatan bicara atau kesulitan fokus jika disertai paparan gawai yang berlebihan,’’ imbuhnya.

Membantu Anak Merasa Diterima

Di sisi lain, bahasa viral juga memiliki manfaat sosial bagi anak.

Baca Juga: Orang Tua Perlu Tahu Alasan Anak Mudah Meniru Tren Bahasa

’’Melalui bahasa yang sama, mereka merasa terhubung dengan teman sebaya dan memiliki rasa kebersamaan,’’ lanjutnya.

Bahasa internet menjadi semacam kode yang membantu anak membangun identitas sosial dalam kelompoknya.

Waspadai Rasa Terasing

Meski demikian, Fikri mengingatkan adanya potensi eksklusivitas dalam penggunaan bahasa viral.

’’Anak yang tidak memahami istilah tersebut bisa merasa terasing dari lingkungannya,’’ ucapnya.

Baca Juga: Bahasa Membantu Anak Percaya Diri dan Mudah Bersosialisasi

Karena itu, orang tua perlu mengarahkan penggunaan bahasa digital secara proporsional agar manfaatnya tetap diperoleh tanpa mengganggu perkembangan bahasa anak. (*) 

Editor : Chairunnisya
#tips anak #bahasa anak #anak