Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Founder The Bilingual Parenting Luruskan Mitos Anak Bilingual Terlambat Bicara

Chairunnisya • Minggu, 21 Juni 2026 | 20:53 WIB
Ilustrasi orang tua dan anak (JAWAPOS)
Ilustrasi orang tua dan anak (JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Anggapan bahwa bilingualisme membuat anak bingung atau mengalami keterlambatan bicara masih cukup sering terdengar. Namun, Founder The Bilingual Parenting Hapikry Surya Permana MHum menilai asumsi itu tidak tepat.

Menurut dia, banyak orang tua memproyeksikan pengalaman mereka sendiri saat belajar bahasa asing kepada anak. Padahal, cara anak belajar bahasa berbeda dengan orang dewasa.

’’Itu asumsi yang tidak benar. Banyak orang tua memproyeksikan pengalaman mereka sendiri saat belajar bahasa asing yang dulu terasa sulit dan membingungkan. Padahal kondisi anak berbeda karena mereka belajar melalui interaksi alami, bukan tekanan akademik,’’ tegasnya, dikutip dari Jawapos.

Baca Juga: Anak Tak Perlu Menunggu Fasih Bahasa Indonesia untuk Belajar Bahasa Asing

Bahasa Lebih Mudah Diserap dalam Kehidupan Sehari-hari

Hapikry menjelaskan, bahasa akan lebih mudah diserap melalui interaksi yang alami dalam kehidupan sehari-hari.

Anak belajar dari percakapan, rutinitas, permainan, dan situasi yang berulang, bukan dari tekanan akademik seperti yang sering dialami orang dewasa saat belajar bahasa asing.

’’Bahasa akan lebih mudah diserap melalui interaksi yang alami dalam kehidupan sehari-hari,’’ lanjutnya.

Baca Juga: Berapa Bahasa Ideal untuk Anak? Ini Penjelasan Founder The Bilingual Parenting

Menurut dia, mengenalkan lebih dari satu bahasa sejak dini juga memberikan keuntungan besar. Salah satunya, bahasa kedua dapat tumbuh secara alami dan tidak dianggap sebagai beban.

Bonusnya, Anak Lebih Percaya Diri

Selain lebih natural, pengenalan bahasa sejak dini juga dinilai dapat menumbuhkan rasa percaya diri anak saat menggunakan bahasa tersebut.

’’Meskipun secara grammar masih harus diperbaiki, rasa percaya diri itu menjadi salah satu bonus yang sangat berharga,’’ tuturnya.

Baca Juga: Cara Menyenangkan Mengenalkan Bahasa Asing kepada Anak Sejak Usia Dini

Kepercayaan diri ini penting karena membuat anak lebih berani mencoba, menggunakan, dan menjadikan bahasa asing sebagai alat komunikasi dalam kesehariannya, bukan sekadar materi pelajaran. (*)

 

Editor : Chairunnisya
#tips anak #anak berbicara #Bahasa #anak #bahasa asing