Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Tren Anak Tampil Saat Live Jualan Dinilai Berpotensi Melanggar Etika Digital

Chairunnisya • Kamis, 2 Juli 2026 | 18:51 WIB
Ilustrasi anak jualan di media sosial (AI)
Ilustrasi anak jualan di media sosial (AI)

PONTIANAK POST - Fenomena anak muncul dalam siaran langsung jualan di media sosial semakin sering ditemui.

Kehadiran mereka memang mampu menarik perhatian penonton, tetapi orang tua juga perlu memahami batas etika agar anak tidak berubah menjadi alat pemasaran.

Anak Harus Tetap Menjadi Subjek yang Dilindungi

Dilansir dari Jawapos, Pandu Literasi Digital Komdigi, Wahyu Oktafialni SSos, menilai tren tersebut perlu disikapi secara hati-hati.

Baca Juga: Unggahan Jerome Polin dan Nana Mirdad Jadi Sorotan Media Sosial

Menurutnya, keterlibatan anak dalam aktivitas komersial digital dapat bergeser menjadi bentuk eksploitasi apabila tujuan utamanya mengejar keuntungan ekonomi.

"Ketika anak mulai diposisikan sebagai strategi pemasaran atau alat untuk menarik perhatian penonton, sebenarnya di situlah batas etika digital mulai dilanggar," ujarnya.

Wahyu menjelaskan, anak seharusnya menjadi subjek yang dilindungi di ruang digital.

Baca Juga: Orang yang Jarang Posting di Media Sosial Belum Tentu Antisosial, Bisa Jadi Mereka Lebih Nyaman dengan Ketidakpastian

Namun, masih banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa kehadiran anak secara terus-menerus dalam live streaming dapat mengubah posisi anak menjadi komoditas demi kepentingan bisnis.

Media Sosial Bukan Ruang Pribadi

Menurut Wahyu, masih banyak orang tua menganggap media sosial sebagai ruang pribadi.

Baca Juga: Gereja Katolik Bicara Keras Soal AI dan Media Sosial, Uskup Didik Ajak Pegiat Komunikasi Hadirkan Wajah Kasih Allah di Ruang Digital

Padahal, setiap konten yang diunggah maupun disiarkan secara langsung berpotensi diakses publik secara luas dan sulit dihapus sepenuhnya.

"Anak sejak lahir adalah individu yang memiliki hak privasi sendiri. Mereka bukan aset milik orang tua yang bebas diekspos demi konten atau validasi sosial," tuturnya.

Karena itu, ia mengingatkan agar kepentingan bisnis tidak mengesampingkan hak anak atas privasi dan perlindungan di ruang digital. (*)

Editor : Chairunnisya
#tips anak #anak jualan di media sosial #media sosial #anak