Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Fenomena "Bocil Wangi" Dinilai Normal pada Tahap Perkembangan Anak

Chairunnisya • Kamis, 2 Juli 2026 | 19:38 WIB
Ilustrasi model, Sayyidah Maryamkh, memilih parfum. (DOK JAWAPOS)
Ilustrasi model, Sayyidah Maryamkh, memilih parfum. (DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Fenomena bocil wangi, sebutan bagi anak sekolah dasar yang gemar memakai parfum dan mengoleksi produk perawatan diri, belakangan ramai diperbincangkan.

Di balik tren tersebut, ada proses perkembangan psikologis yang sebenarnya wajar dialami anak.

Bagian dari Tahap Perkembangan Anak

Kaprodi Fakultas Psikologi Universitas 45 Surabaya, Hayani SPsi MPsi, mengatakan fenomena bocil wangi merupakan hal yang normal selama masih dalam batas wajar dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Tips Aturan Aman Menggunakan Gawai untuk Anak dan Dewasa

"Sebenarnya ini merupakan perkembangan yang normal di usia mereka, khususnya pada era digital saat ini," ujar Hayani, dikutip dari Jawapos.

Ia menjelaskan, anak usia 6 hingga 12 tahun berada pada tahap industry versus inferiority.

Pada fase tersebut, anak mulai berusaha menunjukkan kemampuan, memperoleh pengakuan, dan diterima oleh lingkungan sosial.

Baca Juga: Tips Aktivitas Fisik Anak Berdasarkan Usia, dari Bayi hingga Prasekolah

Karena itu, perhatian terhadap penampilan, termasuk memakai parfum, menjadi salah satu cara anak meningkatkan rasa percaya diri sekaligus diterima oleh teman sebaya.

Pengaruh Lingkungan dan Media Digital

Menurut Hayani, anak-anak saat ini tumbuh dengan paparan media digital yang jauh lebih besar dibanding generasi sebelumnya.

Baca Juga: Tips Parenting: Memahami Emosi Anak Lewat Bahasa Tubuh dan Komunikasi

"Anak belajar meniru apa yang dilihatnya, baik dari orang tua, kakak, teman, maupun figur di media sosial yang dianggap menarik atau mendapatkan respons positif dari lingkungan," lanjut Sekretaris Umum Asosiasi Psikologi Islam Jawa Timur itu. (*) 

Editor : Chairunnisya
#tips anak #anak