PONTIANAK POST - Animasi dapat menjadi media belajar yang menyenangkan bagi anak.
Namun, manfaat tersebut akan lebih optimal ketika orang tua hadir mendampingi dan mengajak anak berdiskusi mengenai isi tayangan.
Bangun Interaksi Dua Arah
Dilansir dari Jawapos, psikolog klinis Zarra Dwi Monica MPsi mengatakan anak tidak akan belajar secara maksimal hanya dengan menatap layar.
Baca Juga: Tidak Semua Kartun Baik, Orang Tua Harus Selektif Memilih Tontonan Anak
Menurutnya, peran orang tua tetap dibutuhkan untuk menciptakan komunikasi dua arah.
"Manfaatkan tontonan sebagai media untuk bercakap-cakap dan membangun kedekatan dengan anak. Jadi bukan sekadar menonton pasif," jelasnya.
Zarra menyarankan orang tua menghubungkan cerita dalam animasi dengan pengalaman sehari-hari sehingga nilai positif lebih mudah dipahami anak.
Baca Juga: Kursus Saat Liburan Bisa Jadi Cara Mengasah Minat dan Bakat Anak
"Misalnya, menghubungkan cerita animasi dengan kehidupan sehari-hari sambil menanamkan nilai-nilai keluarga," tutur Zarra.
Jangan Gantikan Pengalaman Nyata
Selain mendampingi anak, orang tua juga perlu memastikan kegiatan menonton tidak menggantikan aktivitas penting lainnya.
Baca Juga: Tips Aturan Aman Menggunakan Gawai untuk Anak dan Dewasa
Bermain, membaca buku, berinteraksi dengan lingkungan, hingga aktivitas fisik tetap dibutuhkan untuk mendukung perkembangan anak.
"Animasi menjadi edukasi bukan hanya videonya, tetapi bagaimana anak memproses pengalaman tersebut," pungkasnya. (*)
Editor : Chairunnisya