PONTIANAK POST - Kemampuan anak mengamati, membandingkan, dan mempertanyakan perilaku orang tua berkaitan dengan perkembangan fungsi kognitif.
Seiring bertambahnya usia, anak mulai memahami hubungan sebab-akibat serta konsep benar dan salah dengan lebih kompleks.
’’Seiring dengan perkembangan tersebut, anak juga mampu membandingkan informasi, membuat penilaian moral, serta belajar melalui pengamatan terhadap lingkungan sosial di sekitarnya,’’ jelas Psikolog Klinik Perspektif, Sekar Arum Sabrina MPsi Psikolog, dikutip dari Jawapos.
Baca Juga: Psikolog Ungkap Dampak Kebiasaan Orang Tua Membungkam Pertanyaan Anak
Perkembangan itu berlangsung secara bertahap. Pada usia prasekolah, sekitar 4–6 tahun, anak mulai mengenali ketidaksesuaian antara ucapan dan tindakan.
Kemampuan tersebut semakin terlihat pada usia 6–8 tahun ketika kemampuan berpikir, penalaran moral, dan pemahaman sosial anak semakin berkembang.
Memasuki Usia Sekolah
Memasuki tahap operasional konkret, sekitar usia 7–11 tahun, kemampuan berpikir logis anak semakin berkembang.
Baca Juga: Anak Berani Bertanya dan Mengkritik Orang Tua, Ini Cara Menyikapinya
’’Memasuki tahap operasional konkret, sekitar usia 7–11 tahun, anak mulai berpikir logis. Mereka dapat membandingkan aturan dengan perilaku nyata, menemukan kontradiksi, serta memahami dan menerapkan aturan secara lebih konsisten,’’ jelas psikolog Klinik Perspektif itu.
Perkembangan tersebut membuat anak semakin mampu mengamati perilaku orang di sekitarnya, termasuk orang tua.
Karena itu, pertanyaan atau kritik yang muncul dapat menjadi bagian dari proses anak memahami lingkungan sosialnya. (*)
Editor : Chairunnisya