Anak Bertanya tentang Konflik Orang Tua? Ini Batas Informasi yang Perlu Dijaga

Chairunnisya • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:01 WIB
Ilustrasi orang tua memberi arahan pada anak. (ANTARA/Pexels/August de Richelieu)
Ilustrasi orang tua berbicara pada anak. (ANTARA/Pexels/August de Richelieu)

PONTIANAK POST - Keterbukaan menjadi bagian penting dalam komunikasi orang tua dan anak.

Namun, kejujuran tidak berarti semua persoalan orang dewasa harus diceritakan kepada anak.

Ketika pertanyaan anak menyangkut masalah rumah tangga atau relasi orang dewasa, orang tua tetap perlu memberikan informasi yang disesuaikan dengan usia dan tahap perkembangannya.

Baca Juga: Usia Anak Menentukan Cara Orang Tua Menjawab Pertanyaan Kritis

Anak membutuhkan penjelasan yang membuatnya merasa aman tanpa harus dibebani persoalan yang belum mampu dipahaminya.

Jangan Jadikan Anak Tempat Curhat

Psikolog Klinik Perspektif, Sekar Arum Sabrina MPsi Psikolog, menegaskan, ada batas yang perlu dijaga ketika orang tua menjelaskan persoalan orang dewasa kepada anak.

Baca Juga: Psikolog Ungkap Dampak Kebiasaan Orang Tua Membungkam Pertanyaan Anak

’’Anak tidak seharusnya dijadikan tempat curhat atau ikut memikul persoalan rumah tangga,’’ tegasnya, dikutip dari Jawapos.

Karena itu, orang tua dapat tetap menjawab pertanyaan anak dengan jujur, tetapi memilih informasi yang sesuai dengan kemampuan anak untuk memahami situasi.

Pendekatan tersebut membantu anak memperoleh pemahaman tanpa membuatnya ikut menanggung persoalan yang sebenarnya berada dalam ranah orang dewasa. (*) 

Editor : Chairunnisya
psikologi anak komunikasi orang tua anak masalah rumah tangga pola asuh keluarga parenting