Sulit Menemukan Pasangan? Studi Ungkap Motivasi Mencari Cinta Bisa Menentukan Hasilnya

Budi Miank • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 11:30 WIB
Ilustrasi pasangan yang tengah menikmati momen bersama dalam sebuah hubungan romantis.(Magnific)
Ilustrasi pasangan yang tengah menikmati momen bersama dalam sebuah hubungan romantis.(Magnific)

PONTIANAK POST - Alasan seseorang ingin memiliki pasangan ternyata dapat memengaruhi cara mereka menjalani proses pencarian jodoh. 

Studi terbaru menunjukkan motivasi di balik keinginan menjalin hubungan turut menentukan kualitas tujuan romantis yang ingin dicapai.

Penelitian yang diterbitkan dalam Social Psychological and Personality Science itu melibatkan 4.019 orang lajang berusia 18 hingga 39 tahun. 

Baca Juga: Cerita Bulan Madu Pasangan Malaysia Gagal akibat Erupsi Anak Krakatau

Peserta diminta menjelaskan alasan ingin memiliki pasangan sekaligus menuliskan hingga tiga target hubungan yang ingin dicapai dalam enam bulan berikutnya.

Mengutip PsyPost, peneliti kemudian mengelompokkan hampir 12.000 target tersebut ke dalam 41 tema berbeda. 

Sebanyak 3.176 peserta kembali mengikuti survei setelah enam bulan dan melaporkan rata-rata tingkat pencapaian tujuan sebesar 41,7 persen.

Motivasi Menentukan Tujuan

Peneliti membagi motivasi mencari pasangan ke dalam beberapa kategori. Motivasi intrinsik menggambarkan keinginan menjalin hubungan karena menikmati kedekatan dengan orang lain. 

Baca Juga: Berapa Lama Jarak Ideal Kehamilan? Berikut Penjelasan Dokter untuk Pasangan

Sementara motivasi teridentifikasi muncul ketika seseorang memang menganggap hubungan romantis sebagai sesuatu yang bernilai bagi dirinya.

Kedua kelompok tersebut cenderung menetapkan tujuan yang berorientasi pada kualitas hubungan. 

Mereka lebih sering ingin membangun kedekatan emosional, menikmati proses berkencan, serta mendapatkan hubungan yang sehat dan berkomitmen.

Sebaliknya, orang yang mencari pasangan demi meningkatkan harga diri atau menghindari perasaan gagal menunjukkan pola berbeda. 

Mereka lebih fokus mendapatkan pasangan, berkencan, melakukan aktivitas seksual, meningkatkan penampilan, hingga membangun kepercayaan diri.

Menariknya, kelompok tersebut justru melaporkan kemajuan yang lebih rendah dalam mencapai tujuan hubungan selama periode enam bulan.

Baca Juga: Cara Mendekati Anak Pasangan Tanpa Menggantikan Peran Orang Tua Biologis

Laura Hawkins, peneliti dari University of Toronto, mengatakan hasil tersebut menunjukkan keinginan sekadar mendapatkan pasangan tidak selalu membuat seseorang lebih mudah mencapai hubungan romantis.

Tidak Semua Lajang Ingin Berpasangan

Penelitian juga menemukan sebagian peserta memang tidak memiliki keinginan menjalin hubungan. 

Kelompok ini lebih banyak menetapkan tujuan untuk tetap lajang atau tidak membuat target romantis.

Para peneliti menilai kondisi tersebut tidak otomatis menunjukkan seseorang menghindari hubungan. Sebaliknya, sebagian orang memang secara sadar memilih kehidupan tanpa pasangan.(*)

Editor : Budi Miank
mencari jodoh psikologi hubungan pasangan