PONTIANAK POST - Tidak selalu berada di rumah bukan berarti orang tua kehilangan kesempatan untuk hadir dalam kehidupan anak.
Dalam pengasuhan jarak jauh atau long distance parenting, kualitas hubungan justru menjadi hal penting yang perlu terus dibangun.
Pengasuhan jarak jauh menjadi tantangan bagi keluarga ketika salah satu orang tua harus bekerja di luar kota atau tinggal terpisah karena kondisi tertentu.
Baca Juga: Tips Aturan Aman Menggunakan Gawai untuk Anak dan Dewasa
Jarak membuat orang tua tidak selalu dapat hadir dalam keseharian anak, mulai dari menemani belajar hingga mendengarkan cerita tentang aktivitasnya.
Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta membuat perkembangan anak terganggu.
Dilansir dari Jawapos, Elfa Diah Suslianingrum MPsi Psikolog mengatakan, kehadiran orang tua secara langsung memang penting, terutama bagi perkembangan emosional anak.
Baca Juga: Anak Berani Bertanya dan Mengkritik Orang Tua, Ini Cara Menyikapinya
Meski demikian, jarak fisik bukan satu-satunya faktor yang menentukan kualitas hubungan orang tua dan anak.
’’Yang paling menentukan itu bukan jaraknya, tapi kualitas relasi dan pengasuhan yang dibangun oleh kedua orang tuanya,’’ ujarnya.
Anak Tetap Perlu Merasakan Kehadiran Orang Tua
Orang tua berperan sebagai fondasi aman bagi anak dalam proses tumbuh kembang.
Baca Juga: Cara Tepat Orang Tua Lindungi dan Pulihkan Anak Korban Grooming
Karena itu, orang tua yang menjalani pengasuhan jarak jauh perlu memastikan anak tetap merasakan kehadiran mereka meskipun tidak selalu berada di tempat yang sama.
Menurut Elfa, komunikasi yang hangat, konsisten, responsif, dan saling mendukung menjadi salah satu kunci untuk menjaga rasa aman tersebut.
’’Ketika jarak tersebut dikelola dengan komunikasi yang hangat, konsisten, responsif, dan saling mendukung, risiko terjadinya gangguan dalam hubungan orang tua dan anak itu bisa diminimalkan,’’ lanjut Elfa.
Komunikasi juga tidak sebatas menanyakan kabar atau melakukan panggilan video sesekali.
Baca Juga: Bupati Landak Karolin Ajak Orang Tua Prioritaskan Gizi dan Pendidikan Anak untuk Tekan Stunting
Orang tua yang tinggal jauh perlu mengetahui kehidupan anak secara nyata, termasuk perkembangan sekolah, pertemanan, hingga aktivitas sehari-hari.
Komunikasi Perlu Disesuaikan dengan Usia Anak
Keterlibatan orang tua perlu disesuaikan dengan tahapan usia anak. Kebutuhan anak balita tentu berbeda dengan anak prasekolah, usia sekolah, maupun remaja.
’’Kebutuhan anak di bawah lima tahun tentu berbeda dengan anak pra sekolah, usia sekolah, maupun remaja. Video call, telepon, media sosial, dan berbagai aplikasi digital pada dasarnya hanyalah alat untuk membantu orang tua tetap terhubung. Yang penting adalah konsistensi dari kehadiran orang tua,’’ tuturnya.
Dengan demikian, teknologi dapat membantu menjaga komunikasi, tetapi bukan menjadi tujuan utama.
Yang perlu dibangun adalah rasa bahwa orang tua tetap hadir dan terlibat dalam kehidupan anak meski terpisah jarak. (*)
Editor : Chairunnisya