Terpisah Kota, Orang Tua Bisa Tetap Dekat dengan Anak Lewat Cara Sederhana

Chairunnisya • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 16:49 WIB
Ilustrasi keluarga hangat dan akrab yang mencerminkan kedekatan emosional orang tua dan anak.
Ilustrasi keluarga hangat dan akrab yang mencerminkan kedekatan emosional orang tua dan anak.

PONTIANAK POST - Keterpisahan tempat tidak harus membuat komunikasi antara orang tua dan anak terasa kaku.

Di tengah perkembangan teknologi, banyak cara sederhana yang dapat digunakan untuk menciptakan interaksi yang tetap menyenangkan meski dilakukan dari jarak jauh.

Dalam pengasuhan long distance parenting, orang tua dapat memanfaatkan berbagai media digital untuk menjaga hubungan dengan anak.

Baca Juga: Long Distance Parenting: Jarak Bukan Penentu Utama Kedekatan Orang Tua dan Anak

Namun, interaksi tidak harus selalu berupa percakapan formal atau sekadar menanyakan aktivitas sehari-hari.

Dilansir dari Jawapos, Elfa Diah Suslianingrum MPsi Psikolog mengatakan, interaksi jarak jauh dapat dibuat lebih bermakna dengan memanfaatkan kegiatan yang disukai bersama.

Manfaatkan Teknologi untuk Berinteraksi

Di era digital, interaksi jarak jauh dapat dibuat lebih bermakna.

Baca Juga: Anak Berani Bertanya dan Mengkritik Orang Tua, Ini Cara Menyikapinya

Selain video call, orang tua dan anak dapat menonton film bersama secara daring, bercerita melalui chat, mendengarkan musik lewat playlist bersama, atau membicarakan hal-hal yang sama-sama disukai.

Berbagai aktivitas tersebut dapat menjadi sarana bagi orang tua untuk tetap terhubung dengan kehidupan anak tanpa harus selalu berada di lokasi yang sama.

Untuk anak yang lebih besar, khususnya remaja, bentuk interaksi dapat dibuat lebih fleksibel dan disesuaikan dengan minat mereka.

Baca Juga: Perlindungan Anak Tak Bisa Dibebankan ke Orang Tua Saja, Psikolog Dorong Sinergi Keluarga, Sekolah, dan Pemerintah Cegah Kekerasan

’’Kalaupun orang tuanya yang jauh ternyata ada kesibukan, diberikan kejelasan kapan bisa hadir, kapan bisa merespons dengan menelepon atau membalas pesan,’’ ujar Elfa.

Kejelasan waktu tersebut membantu anak memahami kapan orang tua dapat berkomunikasi.

Dengan begitu, kesibukan orang tua tidak selalu dimaknai sebagai ketidakhadiran.

Tak Perlu Mengejar Semua Waktu yang Hilang

Kesempatan bertemu secara langsung tentu menjadi momen penting dalam pengasuhan jarak jauh.

Baca Juga: Bupati Landak Ajak Orang Tua Penuhi Gizi Anak dan Waspadai Diabetes

Namun, pertemuan tersebut tidak harus dipenuhi banyak agenda.

Ketika memiliki kesempatan bertemu secara langsung, orang tua juga tidak perlu membuat terlalu banyak kegiatan untuk mengejar waktu yang hilang.

’’Kegiatan sederhana yang disukai bersama,’’ ujarnya.

Aktivitas sederhana dapat menjadi bagian dari upaya membangun kembali kedekatan.

Baca Juga: Cara Tepat Orang Tua Lindungi dan Pulihkan Anak Korban Grooming

Bagi anak, kualitas waktu bersama tidak selalu ditentukan oleh banyaknya kegiatan, tetapi oleh pengalaman berinteraksi dengan orang tua. (*)  

Editor : Chairunnisya
long distance parenting pengasuhan jarak jauh aktivitas anak hubungan orang tua psikolog