PONTIANAK POST - Perubahan sikap anak dapat menjadi hal yang membuat orang tua khawatir, terlebih ketika salah satu orang tua tidak tinggal bersama anak.
Namun, perubahan perilaku tidak selalu berarti anak mengalami masalah akibat pengasuhan jarak jauh.
Dilansir dari Jawapos, Elfa Diah Suslianingrum MPsi Psikolog mengatakan, orang tua perlu lebih peka ketika menemukan perubahan dalam perilaku anak dan tidak terburu-buru menyimpulkan penyebabnya.
Baca Juga: Long Distance Parenting: Jarak Bukan Penentu Utama Kedekatan Orang Tua dan Anak
Perhatikan Perubahan Perilaku Anak
Orang tua perlu memperhatikan ketika anak tiba-tiba menjadi pendiam, mudah marah, menjauh, menutup diri, atau mencari penerimaan dan rasa memiliki di luar keluarga.
Perubahan tersebut dapat menjadi tanda bahwa anak membutuhkan perhatian lebih.
’’Perubahan perilaku tidak selalu disebabkan oleh jarak dengan orang tua. Karena itu, penyebabnya harus dicari,’’ kata Elfa.
Baca Juga: Terpisah Kota, Orang Tua Bisa Tetap Dekat dengan Anak Lewat Cara Sederhana
Orang tua juga perlu berhati-hati ketika anak menolak berkomunikasi melalui video call.
Penolakan tersebut tidak seharusnya langsung dianggap sebagai bentuk menjauh dari orang tua.
’’Dan ketika anak tidak mau video call, orang tua jangan langsung tersinggung. Justru membangun kembali secara pelan-pelan dan menanyakan permasalahannya,’’ tuturnya.
Baca Juga: Anak Berani Bertanya dan Mengkritik Orang Tua, Ini Cara Menyikapinya
Pendekatan perlahan dapat memberikan ruang bagi anak untuk menyampaikan apa yang sedang dirasakan atau dialaminya.
Orang Tua yang Tinggal Bersama Menjadi Jembatan
Dalam pengasuhan jarak jauh, orang tua yang tinggal bersama anak memiliki peran penting sebagai jembatan.
Karena itu, pembagian tanggung jawab menjadi bagian penting dalam pengasuhan.
Elfa menegaskan, pembagian peran yang sehat bukan berarti tanggung jawab harus selalu terbagi sama rata.
’’Orang tua yang tinggal jauh tetap mengambil tanggung jawab pengasuhan yang nyata, bukan hanya berperan dalam mendukung finansial,’’ tegasnya.
Keterlibatan tersebut dapat dilakukan melalui pengambilan keputusan terkait sekolah dan kesehatan, mengetahui perkembangan anak, menyediakan waktu untuk berkomunikasi, membantu ketika anak menghadapi masalah, hingga memberikan arahan saat dibutuhkan.
Dengan pembagian peran yang saling mendukung, orang tua yang tinggal bersama anak tidak merasa menjalankan pengasuhan sendirian.
Baca Juga: Menabung Jadi Cara Efektif Bangun Disiplin dan Kedekatan Orang Tua Anak
Pengasuhan Bukan Hanya Soal Kehadiran Fisik
Pengasuhan jarak jauh membuat pembagian peran orang tua menjadi semakin penting.
Orang tua yang tinggal jauh tetap perlu mengambil bagian dalam keputusan dan persoalan yang menyangkut kehidupan anak.
Dengan demikian, tanggung jawab pengasuhan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan finansial.
Baca Juga: Rita Hastarita Imbau Orang Tua Awasi Anak di Bulan Puasa Cegah Tawuran dan Balap Liar
Keterlibatan dalam kehidupan anak tetap menjadi bagian dari peran orang tua meskipun terpisah tempat. (*)
Editor : Chairunnisya