PENDIDIKAN adalah hak setiap orang. Di Indonesia, Pendidikan dijamin oleh Pasal 31 ayat (1) UUD 1945 yang mengatur bahwa setiap warga negara berhak atas pendidikan. Ini merupakan rangkaian proses dan kemampuan pemberdayaan potensi yang dapat menjadi kualitas yang dimiliki oleh setiap orang sepanjang hidupnya.
Oleh karena itu, saya meyakini bahwa globalisasi adalah kesatuan manusia yang berkomunikasi sesuai dengan kebutuhan zaman dan membangun peradaban dunia, tujuannya untuk memberikan kesempatan pertukaran jarak jauh dan jarak pendek bagi manusia.
Secara umum, pendidikan adalah upaya sadar dan terencana yang bertujuan untuk menciptakan suasana belajar dan memungkinkan siswa untuk secara aktif mengembangkan potensinya selama proses pembelajaran, sehingga dapat memainkan secara penuh kekuatan spiritual keagamaan dan pengendalian diri yang dibutuhkan oleh dirinya dan masyarakat. Kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia dan keterampilan.
Dari rahim hingga menjadi tua, manusia telah melalui proses pendidikan. Mulai dari orang tua, komunitas, sekolah dan lingkungan. Masyarakat sangat perlu dididik melalui proses memahami dan mengembangkan potensi. Proses yang berlangsung tidak hanya memungkinkan orang untuk mengeksplorasi, menemukan, dan menemukan potensi mereka, tetapi juga memungkinkan mereka untuk mengembangkan karakteristiknya sendiri.
Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta meningkatnya pengaruh globalisasi, niscaya akan berdampak pada pendidikan di Indonesia. Selain itu, anak-anak saat ini semakin dekat dengan ponsel pintar. Terutama bermain game. Apalagi dalam konteks pandemi Covid-19, anak-anak cenderung bermain game ketimbang belajar.
Untuk menjawab tantangan masa depan, dengan perkembangan globalisasi, iptek (iptek), dan pesatnya perkembangan informasi dan pelayanan profesional, maka diperlukan reformasi yang sistematis dan komprehensif dibidang pendidikan. Yaitu, pendidikan desain. Terapkan rencana langkah demi langkah dan menyeluruh secara teratur. Dari sistem pendidikan nasional, lembaga pendidikan hingga perorangan.
Pembangunan seluruh rakyat Indonesia menjadi kunci sukses menghadapi masa depan. Oleh karena itu, perlu dikaji apa kebutuhan manusia di masa depan dan bagaimana mempersiapkan ekspektasi kejadian di masa yang akan datang.
Sebagaimana kita ketahui bersama, dalam menghadapi globalisasi banyak upaya yang dapat dilakukan, termasuk dengan meningkatkan kualitas tenaga pendidik. Dalam era global, pendidikan nasional juga harus memperhatikan perkembangan internasional. Oleh karena itu, penelitian yang memandang kompetensi guru sebagai salah satu elemen kunci penyelenggaraan pendidikan formal perlu mempertimbangkan bagaimana mengembangkan dan mengembangkan kompetensi guru.
Proposisi inti tentang kompetensi guru adalah membuat komitmen kepada siswa dan pembelajaran mereka. Kemudian, menguasai materi dan metode pengajaran serta bertanggung jawab atas pengelolaan dan pemantauan pembelajaran siswa.
Selain itu, guru secara sistematis akan memikirkan pekerjaan rumah mereka dan belajar dari pengalaman mereka, dan menjadi anggota komunitas belajar. Mengenai pelaksanaan pembelajaran, guru perlu memperhatikan bahwa siswa memiliki berbagai potensi, antara lain rasa ingin tahu dan imajinasi.
Kedua hal tersebut merupakan potensi yang harus dikembangkan atau dirangsang melalui kegiatan pembelajaran. Karena kedua hal tersebut merupakan modal dasar untuk menumbuhkan sikap berpikir kritis dan kreatif. Sikap berpikir kritis dan kreatif merupakan kemampuan yang harus dimiliki siswa agar mampu berpikir kritis dan kreatif.
Perlu menumbuhkan keingintahuan dan imajinasi siswa.Untuk mengembangkan kedua karakteristik siswa ini dengan sebaik-baiknya, perlu diciptakan suasana belajar yang bermakna. Disisi lain, perlu diperhatikan bahwa siswa berasal dari lingkungan keluarga yang berbeda dan memiliki kemampuan yang berbeda pula. Oleh karena itu harus diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran.
Tidak semua siswa di kelas selalu melakukan kegiatan yang sama, tetapi berbeda-beda sesuai kecepatan belajarnya. Siswa dengan kemampuan lebih dapat digunakan untuk membantu teman mereka yang lemah (pembimbing pendamping). Dengan memahami kemampuan siswa, guru dapat membantu mereka saat menghadapi kesulitan sehingga dapat memperoleh hasil belajar yangterbaik.
Untuk meramalkan masa depan yang global dan arus informasi yang cepat, tugas utama pendidik adalah membentuk nilai dan sikap berdasarkan nilai-nilai luhur yang membentuk kepribadian bangsa Indonesia. Pembentukan nilai dan sikap seseorang dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti kebiasaan, keteladanan, dll. Pendirian harus dilakukan secara bersama- sama dan bertanggung jawab dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
Dalam hal pembangunan budaya, saling mempengaruhi adalah hal yang lumrah, namun perkembangan budaya ini harus mampu mempertahankan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia sebagai ketahanan budaya.Ini menjadi acuan utama untuk menyeleksi dan memilah segala pengaruh dari dunia luar agar tidak terjadi krisis identitas..
Dalam hal pengembangan fasilitas pendidikan, hal tersebut merupakan salah satu prasyarat utama untuk memperoleh kesempatan menghadapi tantangan masa depan. Untuk mengatasi berbagai permasalahan pendidikan, pembangunan sarana pendidikan telah dilakukan sejak 25 tahun yang lalu, khususnya dalam mengatasi masalah pemerataan pendidikan, dan akan terus dilakukan.
Untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut, masyarakat dan orang tua hendaknya berperan aktif dalam proses pendidikan terutama dalam pendidikan keluarga yang selaras dengan pendidikan sekolah. Pemerintah harus mengalokasikan anggaran yang cukup untuk meningkatkan kualitas fasilitas dan tenaga pendidik. Karena era globalisasi menuntut perkembangan wawasan yang meningkat pesat.
Semoga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang hebat dengan generasi penerus yang semakin berkualitas dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Berharap.
*Mahasiswa Prodi Manajemen Dakwah IAIN Pontianak Editor : Super_Admin