Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Lembar Kerja Peserta Didik Bikin Matematika Menyenangkan

Misbahul Munir S • Kamis, 5 Januari 2023 | 13:45 WIB
Supriyanto,S.Pd. kepala SMP Negeri 2 Toba, Kabupaten Sanggau.
Supriyanto,S.Pd. kepala SMP Negeri 2 Toba, Kabupaten Sanggau.
Oleh : Supriyanto,S.Pd  

SAAT ini pendidikan berkembang sangat pesat, termasuk dalam penggunaan media  dan alat peraga dalam proses pembelajaran. Dunia pendidikan memasuki era modern. Semua yang dibutuhkan pada proses pembelajaran bisa diakses dengan mudah melalui Google, YouTube ,dan media elektronik lainnya, sehingga pemanfaatan media dalam proses pembelajaran dibutuhkan bagi guru dan peserta didik.

Tinjauan pada  pembelajaran matematika adalah diperlukan adanya penekan pada media pembelajaran yang inovatif yang dapat merangsang dan memicu penasaran peserta didik untuk menggali pengetahuan, sehingga dengan demikian upaya peningkatan prestasi peserta didik bisa terwujud. Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern dan mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin ilmu untuk memajukan daya pikir manusia. Oleh karena itu diperlukan penguasaan dan pemaham matematika sejak dini untuk mencapai tujuan tersebut. Selain itu agar siswa memiliki kemampuan dapat berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif, serta kemampuan bekerja sama. Tujuan tersebut dapat dicapai melalui pembelajaran matematika yang efektif. Pembelajaran matematika yang efektif dapat diwujudkan salah satunya melalui penggunaan alat peraga, atau media Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang merupakan sarana pembelajaran yang dapat digunakan guru dalam meningkatkan keterlibatan atau aktivitas peserta didik dalam proses belajar mengajar. Pada umumnya, LKPD berisi petunjuk praktikum, percobaan yang bisa dilakukan di rumah, materi untuk diskusi, dan soal-soal latihan maupun segala bentuk petunjuk yang mampu mengajak peserta didik beraktivitas dalam proses pembelajaran. Ini berarti melalui LKPD peserta didik dapat melakukan aktivitas sekaligus memperoleh semacam ringkasan dari materi yang menjadi dasar aktivitas tersebut. Penggunaan media LKPD dalam pembelajaran matematika khususnya pada materi perbandingan  diharapkan siswa menjadi lebih aktif lagi dalam proses pembelajaran. Selain itu, pembelajaran yang awalnya berpusat pada guru dengan penggunaan LKPD pembelajaran berpusat pada siswa. Pada penggunaan LKPD siswa dituntut untuk menguasai materi dengan cara yang menyenangkan dapat menarik minat dan memotivasi siswa dalam pembelajaran  matematika.

Ada beberapa hal yang penting mengenai pembuatan media LKPD. Pertama, komponen LKPD. Meskipun tidak sama persis, komponen LKPD meliputi hal-hal berikut (Slamet, 2011), nomor LKPD untuk mempermudah guru mengenal dan menggunakannya. Ada juga judul kegiatan yang  berisi topik kegiatan sesuai KD, tujuan berupa tujuan belajar sesuai KD, alat dan bahan yang jika kegiatan belajar memerlukan alat dan bahan, maka dituliskan alat dan bahan yang diperlukan, serta prosedur kerja yang berisi petunjuk kerja untuk peserta didik yang berfungsi mempermudah peserta didik melakukan kegiatan belajar. Selain itu, ada tabel data berisi tabel dimana peserta didik dapat mencatat hasil pengerjaan, serta bahan diskusi berisi pertanyaan-pertanyaan yang menuntun peserta didik melakukan analisis data dan melakukan konseptualisasi.

Kedua, kriteria pembuatan LKPD. LKPD yang digunakan peserta didik harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat dikerjakan peserta didik dengan baik dan dapat memotivasi belajar peserta didik. Menurut Tim Penatar Provinsi Dati I Jawa Tengah, hal-hal yang diperlukan dalam penyusunan LKPD adalah berdasarkan GBPP berlaku, AMP, buku pegangan siswa (buku paket), mengutamakan bahan yang penting, serta menyesuaikan tingkat kematangan berpikir peserta didik.

Ketiga, langkah-langkah Penyusunan LKPD yakni melakukan analisis kurikulum; standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, dan materi pembelajaran, serta alokasi waktu. Selain itu, menganalisis silabi dan memilih alternatif kegiatan belajar yang paling sesuai dengan hasil analisis SK, KD, dan indikator. Menganalisis RPP dan menentukan langkah-langkah kegiatan belajar (pembukaan, inti: eksplorasi, elaborasi, konfirmasi, dan penutup). menyusun LKPD sesuai dengan kegiatan eksplorasi dalam RPP. Misalnya, dalam materi perbandingan, kegiatan eksplorasinya adalah siswa mengamati perbandingan senilai dan berbalik nilai. Maka LKPD berisi panduan bagaimana menentukan dan membedakan perbandingan senilai dan berbalik nilai, bagaimana membuat model, menyelesaikan permasalahan serta menarik kesimpulan.**

Penulis adalah kepala SMP Negeri 2 Toba, Kabupaten Sanggau.   Editor : Misbahul Munir S
#matematika #peserta didik #Lembar Kerja