Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Sudah Terwujudkah Karakter Bangsa melalui Pendidikan?

Misbahul Munir S • Rabu, 29 Maret 2023 | 08:44 WIB
Oleh : Sahniar, S.Pd.
Oleh : Sahniar, S.Pd.
PENTINGNYA pendidikan bagi setiap orang tidak perlu diragukan lagi. Wahyu pertama yang turun secara implisit berbicara tentang pendidikan. Kata iqra’ (bacalah) adalah wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril AS pada malam kemuliaan. Hal ini mengindikasikan bahwa setiap individu secara fitrah memerlukan sesuatu yang bisa membuat hidupnya lebih berarti melalui pendidikan, agar hidup menjadi lebih hidup. Hal ini tak lain didapat dengan membaca, karena membaca adalah pangkal dari semua ilmu, dan ilmu adalah bagian dari pendidikan.

Mengingat pentingnya pendidikan dan ilmu pengetahuan di zaman derasnya arus globalisasi dan informasi seperti sekarang ini, maka setiap individu harus selalu berusaha untuk mengisi hidupnya dengan ilmu pengetahuan sejak ia dilahirkan hingga ajal menjemput. Melalui pendidikan pula suatu peradaban bangsa ditulis.

Problema pendidikan memang selalu menjadi buah bibir dan sudah tak asing lagi bagi kita, entah dari sisi urgensi, hukum ataupun sejarah. Hal ini tidak akan pernah usang dimakan zaman karena memang selalu saja ada hal baru dan perubahan yang harus dibicarakan mengenai pendidikan, tujuannya tak lain dan tak bukan adalah demi kemajuan bangsa lewat pendidikan yang baik sehingga mampu membentuk karakter bangsa itu sendiri.

Judul opini di atas merupakan sebuah pertanyaan yang pernah penulis tanyakan kepada seorang kolega yang juga berprofesi sebagai guru dalam suatu pertemuan. Kalimat tanyanya, “Apakah pendidikan sudah memewujudkan karakter bangsa?”

Sang kolega hanya memberikan uraian berupa definisi, latar belakang dan faktor-faktor yang menurutnya sebuah bangsa bisa menjadi bangsa berkarakter melalui pendidikan yang baik. Secara definisi, pendidikan dapat diartikan sebagai sebuah proses yang dengan sengaja dilakukan dengan tujuan mendewasakan manusia, memanusiakan manusia. Sedangkan karakter adalah tabiat; sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain; watak. Orang yang berkarakter adalah mereka yang mempunyai tabiat, mempunyai kepribadian; berwatak.

Adapun latar belakang masyarakat Indonesia yang pernah dijajah oleh Jepang selama + 3,5 tahun dan Belanda + 350 tahun yang sama-sama bengis dan kejam, sedikit banyak –dari generasi ke generasi– akan memberikan dampak terhadap pola pendidikan dan karakter itu sendiri. Betapa tidak, rakyat Indonesia disuruh kerja paksa di bawah tekanan dan ancaman yang dikenal dengan istilah rodi. Pembunuhan massal terjadi di mana-mana, dan masih banyak lagi yang lainnya yang tidak mungkin untuk dituliskan dalam rubrik opini ini. Paling tidak pengaruh kolonial masih memiliki pengaruh dan melekat dalam diri manusia Indonesia yang menjadi aset negara sebagai Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan membangun bangsa.

Sumber daya manusia merupakan hal penting dalam membangun sebuah bangsa. Berbicara tentang pembangunan berarti juga berbicara tentang sejauhmana kesiapan SDM yang berkualitas untuk membangun. Tanpa SDM yang cukup, kita tidak dapat membangun bangsa secara kuantitas dalam pembangunan fisik maupun kualitas hidup masyarakat.

Adanya SDM yang berkualitas maka kesiapan untuk menempuh pendidikanpun akan berjalan dengan baik jika kita berpikir bahwa pendidikan akan menciptakan orang-orang yang berkualitas dan berkarakter. Patut disyukuri dengan adanya pendidikan, kita bisa melihat dunia yang luas. Dengan pendidikan akan mengarahkan individu ke jalan yang benar, bisa berpikir kritis dan logis serta optimis. Sementara yang masih berada di bangku pendidikan harus lebih fokus pada tugas dan tanggungjawabnya sebagai pelajar maupun mahasiswa.

Berbicara pendidikan berarti juga berbicara tentang kesiapan individu. Kesiapan itu akan menimbulkan suatu reaksi dari dalam individu yang akan menciptakan kaum berintelektual bagi nusa dan bangsa melalui pendidikan yang siap membentuk karakter. Pendidikan juga akan turut memotivasi individu menuju manusia yang berkualitas. Sesuai dengan yang diutarakan oleh kaum berintelektual bahwa ada pendidikan berarti ada harapan mewujudkan masa depan yang baik.

Coba kita lihat Rasulullah Saw., beliau mulai mendidik karakter masyarakat Arab yang jahiliyah pada waktu itu dengan meluruskan ideologi atau keyakinannya. Beliau meluruskan kemusyrikan kaum kafir Quraisy dengan paradigma tauhid, yaitu meyakini bahwa hanya ada satu Tuhan yang berhak disembah dan menjadi tujuan hidup seluruh manusia di muka bumi. Karakter tauhid inilah yang menjadi landasan pendidikan karakter yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dalam seluruh ajaran yang dibawanya.

Syariat atau aturan serta undang-undang tidak serta-merta diterapkan oleh Rasulullah SAW. Undang-undang atau sistem yang tidak dilandasi oleh ideologi atau paradigma yang lurus pasti tidak efektif. Oleh sebab itu, Rasulullah SAW baru mendirikan suatu komunitas setelah beliau mampu mendidik generasi Muhajirin dan Anshar yang berkarakter di Madinah. (Nur Faizin M., 2011).

Pendidikan karakter yang terpenting adalah pendidikan moral dan etika. Rasulullah SAW sendiri menegaskan hal itu dalam sabdanya, "Aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak karimah." (HR. Ahmad). Menumbuhkan kembali akhlakul karimah haruslah menjadi kompetensi dalam proses pendidikan karakter setiap bangsa.

Strategi Rasulullah SAW tersebut patut dijadikan teladan oleh bangsa kita. Tanpa paradigma yang tepat tentang hidup dan tujuannya, undang-undang dan sistem apapun yang dibuat menjadi sia-sia belaka. Kita semestinya mampu menjaga kemurnian karakter, meluruskannya jika salah, membentuk sistem yang tidak merusaknya, serta mengawasinya dengan sebaik-baiknya.

Penulis adalah Guru SMP Negeri 7 Tebas, Kabupaten Sambas.

  Editor : Misbahul Munir S
#globalisasi #pendidikan #Sudah Terwujudkah #melalui Pendidikan #karakter bangsa