Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Berbagi Ide Praktik di Platform Merdeka Mengajar

Misbahul Munir S • Minggu, 14 Mei 2023 | 12:30 WIB
Photo
Photo
Oleh: Afryliya Pangestuti, S. Pd

PEMERINTAH melalui Kemenristekdikti secara resmi meluncurkan Platform Mengajar Merdeka (PMM) pada 13 Februari 2022 dalam program Merdeka Belajar episode 15 bersamaan dengan kurikulum Merdeka. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makariem menegaskan: “Platform Mengajar Merdeka adalah platform bagi para guru. Ini akan berkembang menjadi forum yang bukan hanya materi dan konten layanan, tetapi benar-benar milik guru, oleh guru untuk guru. Ini adalah aplikasi kami untuk menerapkan kurikulum mandiri dan belajar menjadi guru yang lebih baik.”

Kami berharap PMM mampu memenuhi kebutuhan penggunanya untuk lebih memahami dan menerapkan kurikulum mandiri di satuan pendidikan masing-masing. Berdasarkan data penggunaan PMM, ada jutaan pengguna PMM di Indonesia. Hal ini tentunya mengacu pada penerapan kurikulum mandiri di semua satuan pendidikan, baik melalui Program Sekolah Penggerak (PSP) maupun melalui masa pendidikan mandiri.

Beberapa menu yang dapat digunakan oleh kepala satuan pendidikan dan guru diantaranya adalah menu penilaian siswa, alat peraga, belajar mandiri, komunitas, video inspiratif dan bukti kerja. Kemudian, untuk sekarang ini PMM telah disempurnakan dengan menu baru yaitu ide latihan. Selain menu diatas, terdapat pula menu ide praktis.

Ide praktis ini merupakan ruang bagi guru untuk melihat semua konten (bukti karya, video inspirasi, artikel pendek dan cerita praktis) yang dikurasi oleh tim PMM. Guru juga dapat memahami praktik baik dari guru lain dan membaca, melihat atau mengamati karya guru lain. Latar belakang munculnya menu  praktik ide PMM ini terkait dengan banyaknya tantangan yang dihadapi para guru di seluruh Indonesia. Tantangan yang dimaksud adalah sebagai berikut:

(1) Konten yang tidak relevan, banyak guru yang kesulitan menemukan konten yang bagus dan aplikatif dari sumber internet. (2) Konten yang terlalu panjang, pengguna PMM lebih menyukai konten yang disampaikan dalam waktu yang singkat, menyajikan situasi yang nyata dan relevan dengan situasi pembelajaran di sekolahnya. (3) Konten mudah diaplikasikan, pengguna PMM mengharapkan agar dapat langsung belajar dari orang lain, lengkap dengan contoh, konteks atau situasi, langkah yang harus dilakukan, serta refleksi untuk mempertajam materi.

Dengan banyaknya tantangan yang dihadapi oleh guru dan berbagai kebutuhan belajar terkait Kurikulum Merdeka, Tim PMM menjaring para penulis cerita praktik yang terdiri dari unsur guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah.

Dengan banyaknya tantangan yang dihadapi oleh guru dan berbagai kebutuhan belajar terkait Kurikulum Merdeka, Tim PMM menjaring para penulis cerita praktik yang terdiri dari unsur guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah. Berikut ini adalah manfaat menulis cerita praktik di Platform Merdeka Mengajar (PMM) yaitu:

Menjadi Inovator, saat ini hanya guru yang mengikuti pelatihan khusus yang dapat menulis cerita Praktik, karena itu kita memiliki kesempatan untuk menjadi angkatan pertama penulis Cerita Praktik;

Menciptakan Dampak, Cerita praktik yang kita buat akan dibaca dan menjadi inspirasi jutaan pengguna PMM di seluruh Indonesia; Berkolaborasi, setiap penulis Cerita Praktik yang lolos kurasi berhak bergabung dalam program alumni yaitu #TemanBelajar selama 6 bulan.

Pada langkah pendaftaran di atas, kita diminta untuk melengkapi informasi pribadi kita dan memilih salah satu dari topik yang ditawarkan oleh tim PMM sesuai dengan kebutuhan pengguna. Topik-topik tersebut adalah penguatan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan di awal tahun ajaran, Kurikulum Merdeka, Merdeka Belajar, Perencanaan Pembelajaran SD/ Paket A, Asesmen SD/ Paket A, Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila SD/ Paket A, Penyesuaian Pembelajaran dengan Kebutuhan dan Karakteristik Siswa SD/ PAket A, dan Profil Pelajar Pancasila.

Lalu ada topik Perencanaan untuk Perbaikan Satuan Pendidikan, Rapor Pendidikan sebagai Sumber Data perencanaan, Implementasi Perencanaan untuk Pendidikan Berkualitas, Refleksi Diri, Disiplin Positif, Semangat Guru 2: Kompetensi Nonteknis Kurikulum Merdeka [Kemitraan dengan HP Indonesia dan V&V Communications], Asesmen Awal Pembelajaran Literasi [Kemitraan dengan Inovasi], Pembelajaran Terdiferensiasi dengan Membaca Bersama dan Membaca terbimbing [Kemitraan dengan Inovasi], Asesmen Awal Pembelajaran Numerasi [Kemitraan dengan Inovasi], Supervisi Akademik, Komunitas Belajar, Pemodelan: Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Pemanfaatan Tools Online untuk Pembelajaran Aktif [Kemitraan dengan Inovasi], Bimbingan Konseling, Memahami KOSP 1 dan 2,Tahap Perkembangan Peserta Didik, Ide-ide Praktis Pembelajaran Numerasi serta 3 Dosa Pendidikan: Kekerasan Seksual dan Perundungan.

Setelah memilih topik, kita dapat menjelaskan situasi atau tantangan/keadaan yang muncul dan latar belakang ide-ide praktis ini. Kemudian jelaskan langkah-langkah untuk mengimplementasikan ide praktik baik dan dampaknya bagi siswa maupun diri sendiri. Pada tahap finalisasi, semua naskah Cerita Praktik akan dinilai berdasarkan tiga kriteria yaitu: mengandung nilai - nilai Pancasila, memenuhi syarat substansi tulisan, dan memenuhi syarat penyampaian tulisan terkait jumlah karakter, komponen tulisan, dan penggunaan ejaan serta tanda baca.

Penulis adalah Guru SDN 31 Pontianak Barat Editor : Misbahul Munir S
#Merdeka Mengajar #Kemenristekdikti #Praktik #ide #Platform