Kuota internet menjadi keluhan utama para orang tua siswa pada saat model pembelajaran jarak jauh (PJJ) saat ini. Pemerintah Desa pun menyediakan akses wifi bagi warganya untuk memenuhi kebutuhan akses internet selama diberlakukannya sekolah daring.
Kepala Desa Tempoak Damianus saat dihubungi Pontianak Post, mengatakan pihaknya menyediakan jaringan internet berupa wifi ini timbul saat melihat warganya kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran daring.
Karena kita kesulitan mengakses internet, ia pun berinisiatif untuk memasang antena penguat sinyal dengan radius sekitar 50 meter. Pemasangan internet tersebut kata dia menghabiskan biaya sekitar Rp 3.800.000 belum termasuk kuota internet.
“Kalau ditotalkan sekitar 5 juta, alat ini sangat membantu kami dalam mengakses informasi yang selama ini serba online. Nah untuk pembiayaan alat ini masih ditanggung secara pribadi karena belum masuk di anggaran Dana Desa," kata Damianus.
Menurutnya, apa yang dilakukan ini merupakan bentuk dari dukungan pihak Desa bagi warganya yang kesulitan selama dinyatakan Pandemi Covid-19 bagi seluruh Indonesia, khususnya bagi pelajar di Desa Tempoak.
Kades berencana akan menambah instalasi internet tersebut. Hal itu dikarenakan kuota internet saat ini merupakan kuota yang diisi secara mandiri.
Oleh sebab itu, tiap siswa yang datang dikenakan iuran Rp 2 ribu. “Nanti kalau ada anggaran lebih rencananya akan di tambah kembali, Sebetulnya dengan iuran Rp. 2.000 tersebut tidak cukup tetapi kita sangat bersyukur sudah bisa membantu para pelajar yang mengunakan sekolah daring, untuk mengerjakan tugas-tugas yang di berikan guru,” katanya.
Hanya, katanya, perlu kerja sama dari orangtua yang anaknya yang mengakses internet gratis di kantor desa untuk mengingatkan penerapan protokol kesehatan. "Orangtua agar mengarahkan para siswa untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan physical distancing," tutup dia.(mif) Editor : Salman Busrah