Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ritual Sembahyang Kubur di Bukit Seliung

Super_Admin • Rabu, 26 Agustus 2020 | 11:12 WIB
MENDOAKAN KELUARGA: Masyarakat Tionghoa melaksanakan ritual sembahyang kubur di Bukit Seliung.
MENDOAKAN KELUARGA: Masyarakat Tionghoa melaksanakan ritual sembahyang kubur di Bukit Seliung.
Momen Doakan Leluhur

MEMPAWAH - Ritual sembahyang kubur menjadi momentum penting bagi masyarakat Tionghoa. Sebab, ritual tersebut dimaknai sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang telah meninggal dunia. Ritual itu sendiri dilaksanakan dua kali dalam setahun yakni bulan ke-3 dan ke-7 penanggalan Imlek.

Saat ini, ritual keagamaan itu sedang berlangsung. Sejak sepekan terakhir, masyarakat Tionghoa di Kabupaten Mempawah melaksanakan ritual sembahyang kubur di beberapa lokasi pemakaman.

Salah satunya di Pemakaman Tionghoa Bukit Seliung, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. Setiap hari ada puluhan warga Tionghoa yang mendatangi lokasi itu. Berbekal berbagai perlengkapan ritual, mereka melaksanakan sembahyang dengan khidmat dan lancar.

Hengki Lim adalah satu dari sekian banyak warga Tionghoa yang melangsungkan ritual sembahyang kubur di Pemakaman Tionghoa Bukit Seliung. Hengki bersama keluarganya melaksanakan sembahyang untuk nenek dan kakeknya yang telah tiada.  “Ritual sembahyang kubur ini diwajibkan secara turun-temurun di kalangan masyarakat Tionghoa. Apapun kondisinya, kita pasti melaksanakan sembahyang kubur,” tegas Hengki, kemarin sore.

Hengki mengatakan pelaksanaan ritual sembahyang kubur dilaksanakan sejak memasuki bulan-bulan yang telah ditetapkan dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa. Yakni, tepatnya di bulan ke-3 dan bulan ke-7 penanggalan China.  “Saat ini, kita melaksanakan sembahyang kubur bulan ke-7. Untuk waktunya bebas bisa kapan pun. Boleh pagi, siang atau sore hari,” singkatnya.

Momentum sembahyang kubur ini juga dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk mengais rezeki. Seperti yang dilakukan Muhammad (38) dan kawan-kawannya. Jika sudah memasuki musim sembahyang kubur, mereka bisa mendapatkan uang ratusan ribu bahkan jutaan rupiah.  “Kami menawarkan jasa membersihkan makam atau kuburan di lokasi Bukit Seliung ini. Ada tiga kelompok yang menyediakan jasa membersihkan makam di sini,” jelas Muhammad.

Ia mengaku sejak tahun 2010 lalu telah menekuni usaha tersebut. Saban tahun, dia bersama rekan-rekannya menjajakan jasa membersihkan makam tionghoa kepada ahli waris pemilik makam di Bukit Seliung, Sungai Pinyuh.  “Kami sudah menyiapkan peralatan untuk membersihkan makam. Sabit, parang, sapu dan lainnya. Jika ada yang ingin menggunakan jasa maka kami langsung bekerja,” tuturnya.

Terkait tarif, ia tak mematok harga. Berapa pun nominal yang diberikan keluarga pemilik makam, dia dan rekan-rekannya menerima dengan ikhlas. Biasanya, tiap makam mendapatkan upah Rp 10-20 ribu.  “Terkadang ada pula yang memberikan lebih dari Rp 20 ribu. Intinya kami tidak mematok harga, tergantung keikhlasan hati masyarakat saja. Namun, ada pula yang sudah langganan. Biasanya mereka langsung menghubungi melalui handphone,” pungkasnya. (wah) Editor : Super_Admin
#mempawah #sembahyang kubur