PONTIANAK- Kasus dugaan pencemaran nama baik Sultan Hamid II melalui kanal youtube oleh mantan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) A.M.Hendropriyono masih bergulir hingga saat ini.
Syarif Mahmud Alkadrie selaku pihak pelapor mengajukan sejumlah saksi ahli, satu diantaranya Mahendra Petrus, sejarawan sekaligus penulis buku “Sejarah yang Hilang”.
Mahendra Pretrus sengaja didatangkan dari Jakarta untuk dimintai keterangan sebagai saksi ahli, pada Selasa (1/9) di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar.
“Kemarin kami mendatangkan saksi ahli sejarah bapak Mahendra Petrus, sejarahwan sekaligus penulis buku Sejarah tang Hilang,” kata Syarif Mahmud Alkadrie kepada Pontianak Post, kemarin.
Pemeriksaan ahli sejarah ini, lanjut Mahmud, diharapan dapat meberikan titik terang, sekaligus memperjelas sejarah, Sultan Hamid II bukan penghianat bangsa.
“Banyak jasa-jasa beliau kepada bangsa ini,” lanjut Mahmud.
Selain itu, Mahmud juga berencana akan menghadirkan saksi ahli lainnya, seperti Ridwan Saidi. Namun karena terkendala usia yang sudah lanjut, maka, ia minta kepada penyidik Polda Kalbar untuk mengambil keterangan Ridwan Saidi di kediamannya, di Jakarta.
“Rencana juga akan menghadirkan saksi ahli pidana Prof Dr. Meutia Farida Hatta Swasono, putri mantan wakil presiden dan proklamator Indonesia Mohammad Hatta. Tapi bagai teknisnya nanti, akan saya komunikasikan dengan penyidik,” terangnya.
Sebelumnya, Syarif Mahmud Alkadrie juga telah mengajukan sejumlah saksi lainnya dari Yayasan Sultan Hamid, diantaranya Turiman Faturrahman, Anshari Dimyati, dan beberapa saksi lainnya, seperti Syarif Hasan Basri Alkadrie, dan Habib Rizal.
“Informasi yang saya terima, Polda Kalbar juga telah memeriksa bapak Hendropriyono di kediamannya. Polda Kalbar juga telah melakukan gelar perkara,” jelas Mahmud.
Sementara itu Kabid Humas Polda Kalbar membenarkan adanya pemeriksaan mantan Kepala BIN Hendropriyono oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Kalbar.
Hanya saja, Donny tidak mengetahui secara detail kapan pemeriksaan itu berlangsung.
“Sudah. Kalau ngga salah sudah lama. Nanti saya cek lagi,” katany singkat.
Diberitakan sebelumnya, AM Hendropriyono dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar, Sabtu (13/6) malam.
Hendropriyono dilaporkan atas pernyataannya di dalam sebuah video yang beredar di kanal Youtube yang menyebut Sultan Hamid II sebagai pengkhianat bangsa.
Laporan pengaduan tersebut diwakili oleh kerabat sultan, Syarif Mahmud Alkadrie.
“Saya sebagai Pangeran Sri Negara Kesultanan Kadariyah Pontianak mewakili keluarga besar Sultan Hamid II melaporkan A.M. Hendropriyono atas pernyataannya itu,” kata Syarif Mahmud Alkadrie. (arf) Editor : Salman Busrah