Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Ratusan Warga Mengungsi

Administrator • Selasa, 8 September 2020 | 11:00 WIB
Banjir: Banjir merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Mempawah. Ratusan warga terpaksa mengungsi karena rumahnya terendam banjir.  WAHYU ISMIR/PONTIANAK POST
Banjir: Banjir merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Mempawah. Ratusan warga terpaksa mengungsi karena rumahnya terendam banjir. WAHYU ISMIR/PONTIANAK POST
Banjir Landa Tiga Kecamatan di Mempawah

MEMPAWAH - Banjir yang terjadi di Kabupaten Mempawah sejak pekan lalu semakin meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengungkapkan ada tiga kecamatan yang telah dilaporkan dikepung banjir. Ketinggian air di masing-masing lingkungan masyarakat bervariasi antara 30-60 centimeter hingga satu meter.

“Data yang masuk hingga Minggu (6/9) sore ada tiga kecamatan yang terendam banjir. Yakni Sungai Pinyuh, Segedong dan Jongkat,” ungkap Kepala BPBD Mempawah, Hermansyah, Senin (7/9) pagi.

Di Sungai Pinyuh, jelas Hermansyah, banjir terjadi di Desa Galang yang berdampak terhadap 145 kepala keluarga (kk), kemudian banjir juga terjadi di Desa Peniramany terdampak 109 kk serta Desa Sungai Purun Kecil 344 kk.

“Di Desa Sungai Purun Kecil, 10 kk atau 26 jiwa yang terpaksa mengungsi di Gedung SMPN 2 Sungai Pinyuh. Sedangkan 104 jiwa lainnya mengungsi di rumah-rumah kerabat dan keluarga,” paparnya.

Di Kecamatan Segedong, lanjut Hermansyah, banjir terjadi di Desa Sungai Purun Besar berdampak terhadap 831 kk dan Desa Peniti Dalam II terdapat 7 kk atau 30 jiwa yang terpaksa mengungsi. Serta, di Kecamatan Jongkat banjir terjadi di Desa Wajok Hilir.

“Untuk korban banjir di Desa Peniti Dalam II dan Wajok Hilir, kami masih menunggu laporan dari pemerintah desa setempat. Namun, kita perkirakan ada ratusan kk yang juga terdampak banjir di dua lokasi itu,” ujarnya.

Hermansyah memastikan, BPBD Kabupaten Mempawah telah menyalurkan bantuan untuk sejumlah korban banjir di Kecamatan Sungai Pinyuh. Dilokasi banjir Desa Peniraman, pihaknya memberikan 400 kg beras dan 27 dus mie instan.

“Sedangkan korban banjir di Desa Purun Kecil sudah kami salurkan bantuan beras 300 kg dan 20 dus mie instan. Kemarin malam juga kita berikan bantuan selimut untuk pengungsi,” paparnya.

Lebih jauh, Hermansyah menduga banjir di wilayah Kabupaten Mempawah masih akan bertahan hingga beberapa hari ke depan. Sebab, data BMKG memprediksikan curah hujan masih akan terjadi hingga tanggal 12 September nanti dengan intensitas hujan ringan hingga lebat.

“Untuk wilayah Kabupaten Mempawah Mempawah diperkirakan curah hujannya mencapai mm (24) jam, itu sudah termasuk tertinggi,” ungkapnya.

Kampung Telayar, Dusun Tekam, Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur merupakan salah satu kawasan banjir di Kabupaten Mempawah. Di loksai itu, banjir merendam sejumlah rumah warga dengan ketingian mencapai satu meter. Bahkan, akses jalan ke Kampung Telayar terputus akibat rendaman air.

“Banjir di Kampung Telayar sudah terjadi selama 5 hari. Kondisi banjir semakin tinggi, kurang lebih satu meter,” kata Ketua RT 13, Yudi.

Yudi menambahkan, banjir yang merendam pemukiman masyarakat di Kampung Telayar semakin mengkhawatirkan. Sebab, volume air semakin meningkat hingga masuk ke dalam rumah. “Ada tiga rumah warga yang sudah dimasuki air. Dan diperkirakan banjir masih akan naik hingga beberapa hari kedepan. Sebab, curah hujan cukup tinggi,” ujarnya.

Yudi mengungkapkan, ada 32 Kepala Keluarga (KK) dengan total 106 jiwa yang berdomisili di Kampung Telayar. Seluruh masyarakat di Kampung Telayar masih bertahan di rumahnya masing-masing sembari mengantisipasi banjir yang semakin meninggi.

“Warga tetap dirumah untuk berjaga-jaga. Karena, banjir melumpuhkan aktivitas masyarakat. Untuk mobilitas, warga terpaksa pakai sampan,” bebernya.

Terhadap kondisi itu, Yudi mengaku telah melaporkannya kepada Pemerintah Desa Sejegi. Bahkan, rencananya hari petugas akan meninjau lingkungan masyarakat di Kampung Telayar.

"Informasinya hari ini (kemarin), Pak Kades bersama Kapolsek Mempawah Timur akan turun ke Kampung Telayar. Kita berharap segera ada penyaluran bantuan. Karena masyarakat tidak dapat beraktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidup,” katanya.

Sementara itu, Ratusan rumah di Kelurahan Sungai Pinyuh turut terendam banjir dengan ketinggian 50-70 centimeter. Warga pun diimbau bersiap mengevakuasi diri jika volume banjir semakin naik.

Lurah Sungai Pinyuh, Gusti Sumarno turun langsung ke masyarakat untuk melihat kondisi banjir. Dari pantauannya, Sumarno menyebut sedikitnya 4 RT yang cukup parah terdampak banjir. Yakni, RT 09, RT 06, RT 07 dan RT 11.

“Sampai hari ini belum ada warga yang mengungsi akibat banjir. Namun, kita ingatkan masyarakat agar waspada. Terutama terhadap binatang berbisa seperti ular,” tuturnya.

Tak lupa Sumarno turut mengimbau masyarakat agar senantiasa memantau ketinggian banjir. Jika volume air semakin meningkat, dia minta agar masyarakat bersiap untuk mengevakuasi diri dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Kita akan terus melakukan pantauan dan monitoring terhadap kondisi banjir di masyarakat. Dan hasil pantauan lapangan ini akan kita laporkan ke Pemerintah Kabupaten Mempawah,” janjinya. (wah)

 

  Editor : Administrator
#mempawah #banjir