RAMSES TOBING, Pontianak
KETUA DAD Kalimantan Barat Jakius Sinyor mengatakan rapat koordinasi digelar untuk mendapatkan masukan dari pengurus di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
"Masukan itu bisa saja seperti yang disampaikan pak gubernur, tentang kebakaran hutan dan lahan," kata Jakius di Pontianak, kemarin.
Seperti diketahui Gubenur Kalbar Sutarmidji mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sudah mengeluarkan peraturan gubernur tentang kebakaran hutan dan lahan. "Kami tetap mengikuti aturan yang ada, tentu disinergikan. Peraturan gubernur sudah memberikan batasan tapi tidak melarang kearifan lokal itu," jelas Jakius.
Ia menegaskan bahwa DAD tidak hanya berkonsentrasi pada persoalan adat dan budaya. Sebagai mitra pemerintah, DAD juga mesti berperan dalam pembangunan. "Sifatnya kami memang koordinasi," kata Jakius.
Ia melanjutkan meski tidak terlibat langsung pihaknya tetap memberikan masukan kepada masyarakat melalui musyawarah masyarakat adat. "Misalnya soal peladang maupun melindungi hak ulayat masyarakat. Ini yang kemudian disinergikan dengan pemerintah," jelas Jakius.
Ketua Panitia Rakor DAD Kalbar, Thadeus Yus mengatakan rakor digelar untuk evaluasi program dari kepengurusan DAD. "Untuk melihat kinerja karena sesuai dengan tema bagaimana mengefektifkan DAD kedepan sebagai sebuah lembaga yang berfungsi bagi masyarakat dan pemerintah," jelas Thadeus.
Ia melanjutkan bahwa DAD menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam persoalan yang timbul di kehidupan masyarakat. Menurutnya, rakor digelar juga untuk menguatkan kembali kapasitas lembaga agar benar- benar berfungsi karena mengingat lembaga yang dibentuk untuk tempat masyarakat bernaung .
"Kami mau mengingatkan kembali kepada pengurus DA bahwa jangan jadi pengurus hanya sekadar mengurus tapi benar berfunngsi utnuk masyarakat," ujarnya.
Rakor ini berlangsung dua hari, dengan jumlah peserta 100-150 orang. Panitia juga membatasi peserta yang hadir mengingat kegiatan digelar dalam situasi pandemi Covid-19. Thadeus memastikan penerapan protokol kesehatan secara ketat selama berlangsungnya kegiatan.(*)
Editor : Salman Busrah