"Dari sebanyak 76 SPBU BBM satu harga yang akan dibangun di Kalimantan, sebanyak 41 unit di antaranya akan dibangun di Kalbar. Ini juga bentuk tanggung jawab saya sebagai putra Kalbar yang melihat adanya ketimpangan harga BBM di berbagai daerah," kata Kepala BPH Migas, M Fanshurullah Asa, kemarin.
Dia menjelaskan Kalbar mendapatkan prioritas dalam meningkatkan perekonomian masyarakat dengan hadirnya SPBU yang menjual BBM satu harga, yakni BBM bersubsidi, yakni premium dan solar.
"Selain itu, dengan hadirnya SPBU BBM satu harga, juga membuktikan negara hadir, salah satunya di bidang pemerataan energi, karena harga jualnya untuk BBM bersubsidi di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) sama dengan yang dijual di kota-kota," ujarnya.
Menurutnya, BBM satu harga ini sangat penting untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi dan yang lebih penting lagi keadilan wilayah, keadilan sosial yang berbasis keadilan energi.
"Realisasi BBM satu harga adalah komitmen dan merupakan bukti konkret tekad pemerintah bersama BUMN mewujudkan keadilan energi," kata dia.
BPH Migas, kata dia, bersama Pertamina sejak 2016 hingga sekarang konsisten untuk mewujudkan BBM satu harga ini sesuai dengan UU Migas. Dia menjelaskan bahwa BBM Satu Harga ini sangat penting untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi, dan yang lebih penting lagi keadilan wilayah, keadilan sosial yang berbasis keadilan energi.
Pertumbuhan lanjut Fanshurullah Asa, tidak hanya difokuskan di pusat atau di kota besar saja, namun dimulai dari wilayah 3T agar nantinya pertumbuhan terjadi secara merata.
“Hal Ini pasti akan mendorong pertumbuhan ekonomi, di mana tadinya harga bahan bakar bisa hingga 40 ribu rupiah, sekarang harganya sama, secara operasional ekonomi pasti akan sangat berpengaruh,” jelas dia.
Program BBM Satu Harga merupakan program pemerataan energi dan penerapan energi berkeadilan dengan harga BBM yang sama untuk produk Premium dan Solar bersubsidi di wilayah yang memiliki keterbatasan akses. Program ini dicanangkan oleh pemerintah sejak tahun 2017 dan hingga tahun 2020 Pertamina sudah mengoperasikan sebanyak 243 titik yang tersebar di seluruh Indonesia.
Pada Juni lalu, Pertamina dan BPH Migas meresmikan kembali 27 titik baru BBM Satu Harga yang diresmikan antara lain berada di Provinsi Kepulauan Riau 1 titik, Nusa Tenggara Barat 3 titik, Nusa Tenggara Timur 7 titik, Kalbar 5 titik, Kalimantan Utara 1 titik, Gorontalo 1 titik, Sulawesi Tengah 2 titik, Sulawesi Selatan 1 titik, Maluku 1 titik, Maluku Utara 1 titik, Papua 4 titik. Adapun untuk di Kalbar yaitu di Menukung Kabupaten Melawi, Kayan Hulu Kabupaten Sintang, Sungai Melayu Rayak Kabupaten Ketapang, Menjalin Kabupaten Landak, dan Tumbang Titi Kabupaten Ketapang. (ars) Editor : Super_Admin