Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Cuaca Dominan Berawan, Banjir di Pontianak Setinggi 30 Centimeter

Super_Admin • Kamis, 15 Juli 2021 | 11:18 WIB
Photo
Photo
PONTIANAK - Diprakirakan mulai 15 Juli sampai 20 Juli 2021 cuaca di wilayah Kalbar dominan berawan. Tidak hujan dan panas, sehingga pada periode ini perlu diwaspadai potensi mudahnya terjadi kebakaran hutan dan lahan. Demikian disampaikan Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Nanang Buchori, Rabu (14/7).

Nanang menjelaskankan, hujan lebat hingga hujan kategori ekstrem telah terjadi di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat dari 13 – 14 Juli 2021.
Berdasarkan data pengamatan 24 jam di delapan Stasiun Pengamatan BMKG Provinsi Kalimantan Barat menunjukkan hujan kategori ekstrem lebih dari 150 mm terjadi di Paloh, Jongkat, dan Supadio. Hujan kategori sangat lebat (100 – 150 mm) terjadi di Pontianak. Hujan lebat (50 – 100 mm) terjadi di Nanga Pinoh (Melawi), Tebelian (Sintang) dan Rahadi Oesman (Ketapang). Hujan sedang (20 – 50 mm) terjadi di Putussibau (Kapuas Hulu).

"Dampak yang terjadi akibat hujan lebat berdasarkan laporan dari masyarakat adalah terjadinya genangan di pemukiman dan jalan raya, pohon tumbang, banjir, dan lain lain," jelasnya.

Genangan yang terjadi di wilayah Pesisir Barat Kalbar, yaitu di Kabupaten/Kota Sambas, Bengkayang, Singkawang, Mempawah, Pontianak, Kubu Raya, Kayong Utara dan Ketapang selain dipicu oleh adanya hujan lebat hingga ekstrem juga dipicu oleh pasang air laut maksimum pada saat yang bersamaan.

Berdasarkan data water level yang diamati di Muara Sungai Kapuas oleh Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak, lanjutnya menunjukkan adanya peningkatan tinggi muka air pada 13 Juli 2021 mulai pukul 20.00 WIB sampai Pukul 24.00 WIB. Puncak pasang terjadi pada 13 Juli 2021 pukul 23.00 WIB setinggi 268 cm. Pasang maksimum beberapa hari sebelumnya adalah 245 cm.

"Pagi hari ini Pukul 10.00 WIB masih terjadi hujan di sebagian wilayah Kalbar dengan intensitas ringan hingga lebat,"jelas dia Rabu (14/7).
Wilayah yang diprakirakan masih terjadi hujan lebat hari ini terdapat di Kabupaten/Kota Kubu Raya, Kayong Utara, Ketapang, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu. Sehingga pada wilayah-wilayah ini masih perlu peningkatan potensi terjadinya genangan, banjir, tanah longsor.

Faktor meteorologis yang diduga penyebab hujan lebat secara merata ini antara lain aktifnya gelombang atmosfer madden julian oscillation pada kuadran 2 – 3, ditandai dengan luasnya wilayah yang terjadi hujan lebat. Adanya penumpukan angin dengan kecepatan rendah pada ketinggian 3.000 feet di Kalbar, yang mendukung mudahnya terbentuk awan penghujan di Kalbar.

Suhu muka air laut yang hangat di sekitar Kalbar dengan anomali 0.5 – 1.0°C, sehingga suplai uap air banyak. Kelembaban Udara yang tinggi sampai lapisan atas.

Sutikno, Forecester BMKG Supadio Pontianak menyebutkan bahwa berdasarkan data water level muara Sungai Kapuas Kota Pontiajnak, tanggal 7-14 Juli 2021 pada tanggal 13 Juli 2021 terjadi  peningkatan tinggi muka air di muara Sungai Kapuas Kota Pontianak. Kejadiannya dimulai pada pukul 20.00 sampai 24.00 WIB. "Puncak pasang air terjadi pada pukul 23.00 WIB atau 11 tengah malam," jelasnya.

Curah hujan kategori ekstrem tertinggi justru terjadi di Kabupaten Sambas yang mencapai angka 297,4 mm. Kabupaten Mempawah dengan 193,9 mm dan Kabupaten Kubu Raya (Supadio) dengan 162 mm.
Sementara hujan kategori sangat lebat terjadi di Kota Pontianak. Hujan lebat terjadi di Melawi, Sintang dan Kabupaten Ketapang. Untuk hujan kategori sedang terjadi di Kabupaten Kapuas Hulu.

Di Pontianak, banjir menggenangi beberapa wilayah perkotaan. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, genangan terjadi merata hampir diseluruh wilayah Pontianak dengan ketinggian 20 sampai 30 centimeter. Hal tersebut dikatakan usai melakukan pemantauan wilayah terdampar banjir akibat curah hujan tinggi yang mengguyur Pontianak kemarin.

"Genangan ini merata di wilayah Kota Pontianak. Seperti Kecamatan Pontianak Tenggara, Selatan, Kota, Timur, serta Utara. Genangan tinggi rata-rata 20 hingga 30 sentimeter seperti Jalan Purnama dan umumnya di daerah pemukiman," terang Edi.

Genangan tersebut disebabkan karena pasang air laut yang mencapai titik maksimum sekitar 1,7 meter dari rata-rata permukaan air laut. Lalu ditambah angin dan hujan dengan intensitas tinggi.

Akan hal ini, BKMG juga sudah menyampaikan Kota Pontianak dan Kalbar akan terjadi hujan lebat antara 100 hingga 150 milimeter perhari, lalu ditambah air pasang yang menyebabkan pasti terjadi genangan.

"Saya berharap warga Pontianak bisa tetap waspada agar bisa mengantisipasi apabila terjadi bencana hujan dan air pasang. Pemerintah Kota Pontianak akan secara bertahap mengatasi genangan tersebut. Diantaranya dengan melakukan normalisasi yang dilakukan secara berkala. Lalu langkah selanjutnya dengan meninggikan jalan," ujarnya.

Untuk Jalan Purnama ini kata dia harus dengan penanganan khusus karena daerah ini merupakan lembah Kota Pontianak, yang paling rendah di kawasan Parit Tokaya. Penanganan khusus dilakukan dengan melakukan turap dari hulu hingga hilir parit Jalan Purnama. Lalu beberapa bangunan akan dibebaskan karena terdampak pembangunan. Penanganan tersebut diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp150 miliar.

Pihaknya juga minta bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi karena ada beberapa jembatan yang harus dibongkar untuk dibangun kembali.

Beberapa kawasan juga akan dibuat konektivitas antara satu parit dengan parit lainnya. Sedangkan peninggian jalan sudah dilakukan akan tetapi masih belum merata pada semua titik. Sehingga beberapa titik akan diperhatikan utama untuk penanganan masalah genangan tersebut.

Genangan yang bersamaan dengan penerapan PPKM darurat tersebut diharapkan bisa dimaklumi masyarakat. Pemerintah Kota Pontianak juga akan melihat situasi di lapangan. Jika harus dilakukan pembukaan untuk keperluan yang mendesak bisa dilakukan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Pontianak, Haryadi S Triwibowo mengingatkan masyarakat Kota Pontianak agar mewaspadai cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi hingga tiga hari ke depan. Seperti diketahui Pontianak diguyur hujan deras dari Selasa (13/7) malam hingga Rabu (14/7) pagi. Bahkan hingga Rabu sore kemarin beberapa daerah di Kalimantan Barat masih diguyur hujan.

“Masyarakat harus waspada karena cuaca seperti ini diprediksi akan berlangsung dalam tiga hari ke depan,” kata Haryadi saat dihubungi Pontianak Post, Rabu kemarin.

Ia melanjutkan hujan deras yang terjadi semalam membuat jalan-jalan utama di Kota Pontianak terendam air. Antara lain Jalan Purnama, Jalan Gusti Hamzah. Jalan lain yang ikut terendam Jalan Gajahmada dan Jalan A Yani.

Bahkan rumah-rumah masyarakat yang berada di tepian Sungai Kapuas, juga ikut terendam air. Meski demikian perlahan-lahan air mulai surut. selain karena hujan deras, kondisi itu juga dipengaruhi tingginya pasang air laut, sehingga dalam waktu yang bersamaan berdampak ke rumah-rumah warga.

“Tidak ada korban jiwa cuma air masuk ke rumah-rumah warga. Kondisi ini dialami masyarakat yang tinggal di tepian sungai, umumnya di kawasan Pontianak Utara, Timur dan Barat,” kata Haryadi.

Ia menambahkan dalam kondisi itu pihaknya meminta masyarakat untuk waspada. Antara lain mengamankan barang-barang di rumah agar tidak terendam air. Kemudian masyarakat juga harus waspada pada sengatan arus listrik.

Haryadi menambahkan masyarakat  perlu mencabut peralatan listrik yang tersambung dengan stop montak. Kemudian menaikkan alat elektronik ke tempat yang lebih tinggi. “Kami terus memantau kondisi di lapangan. Pemantauan dari Selasa malam hingga hari ini,” tambahnya. (mse/iza/mrd/den) Editor : Super_Admin
#bmkg #banjir