Koordinator Kegiatan Uray Agustian mengatakan gambar yang ditampilkan berupa pesan-pesan edukasi kepada anak-anak. Tujuannya untuk membangun karakter baik pada anak di usia dini. Sebagai contoh, gambar tentang empat kata ajaib. Maaf, tolong, terima kasih dan permisi.
Ia melanjutkan kata-kata yang dilukis itu adalah hal kecil yang bisa terus dibiasakan dalam kehidupan anak sehari-hari. “Pesan edukasinya seperti itu agar anak kemudian menerapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Uray.
Kemudian ada juga kata lain yang digambarkan tentang praktik korupsi yang diawali dengan hal-hal kecil sehingga jangan dibiarkan tumbuh besar. Seperti bolos, menyontek dan berbohong. Aktivitas melukis itu tak hanya melibatkan para relawan dari Komunitas Tembokpedia Pontianak tapi juga anak-anak.
Keikutsertaan anak-anak itu mendapat respon positif Ketua RT setempat, Kamarudin. Menurutnya, gagasan melukis tembok itu juga mendapat respon positif warga lainnya.
“Anak-anak yang awalnya disibukkan dengan telepon pintarnya, justru antusias melukis di tembok,” kata Kamarudin.
“Ini sebagai tombak awal bagi teman-teman dari Komunitas Tembokpedia Pontianak, dan terima kasih telah memilih Gang Tiongkandang sebagai tempat pelaksanaannya,” tambah Kamaruddin. (mse) Editor : Super_Admin