"Dua jenis kopi yaitu robusta dari Punggur dan liberika dari Sambas saya coba. Rasanya unik dan khas. Inilah kehebatan kopi Nusantara. Di setiap wilayah provinsi memiliki karakter rasa kopi masing-masing," ujar Syahrul Yasin Limpo, usai mengunjungi stand kopi Kalbar, di Taman Digulist Untan, Minggu (12/9).
Setelah merasakan naturalnya kopi robusta Punggur dan liberika Sambas. Ia pun mencoba dengan mencampur kopi tersebut dengan susu kental manis. Rasanya juga tak kalah enak. Pada kesempatan itu, Yasin Limpo juga berbincang pada salah satu pelaku usaha kopi. Ia mengajak si pelaku usaha ini untuk menseriusi usahanya. Sebab potensi usahanya dapat berkembang cukup besar. Karena kopi miliki pangsa pasar yang luas.
Meski pelaku usaha kopi ini belum miliki lahan sendiri. Yasin juga mengajak agar mereka bisa menjadi petani milenial. "Seperti usaha walet di sini. Yang bergerak orang muda. Penghasilannya tak main-main. Sudah capai milyaran perbulan," ungkapnya.
Di bulan November nanti kata dia, juga ada acara kopi. Ia meminta Wali Kota Pontianak untuk mengajak pelaku usaha kopi di Pontianak agar ikut serta dalam kegiatan tersebut. Tujuannya buat melebarkan sayap pasar kopi Kalbar hingga ke nusantara.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, bahwa Mentan Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi kopi khas Kalbar. Beliau berharap ada inovasi untuk pengembangan kebun kopi sehingga produksi kopi Kalbar bisa berskala besar. Kopi Kalbar utamanya jenis liberika memiliki cita rasa khas tersendiri. Untuk jenis ini dimungkinkan bisa ditanam di Kota Pontianak. Untuk lahan kebun kopinya bisa dikembangkan di Kecamatan Pontianak Utara.
"Saya sudah coba menanam kopi jenis liberika di Jalan Flora. Sekarang sudah mulai belajar berbuah," ungkapnya. (iza) Editor : Super_Admin