Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Luas Perkebunan Sawit Rakyat di Kalbar Terus Meningkat Mendekati Swasta

Super_Admin • Jumat, 17 September 2021 | 10:44 WIB
PEMBICARA: Gubernur Kalbar Sutarmidji saat menjadi pembicara kehormatan dalam Seminar Pengembangan Ekonomi Daerah Tahun 2021, yang diselenggarakan Bank Indonesia Perwakilan Kalbar secara virtual, Kamis  (16/9). BIRO ADPIM FOR PONTIANAK POST
PEMBICARA: Gubernur Kalbar Sutarmidji saat menjadi pembicara kehormatan dalam Seminar Pengembangan Ekonomi Daerah Tahun 2021, yang diselenggarakan Bank Indonesia Perwakilan Kalbar secara virtual, Kamis  (16/9). BIRO ADPIM FOR PONTIANAK POST
PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji terus mendorong  pengembangan perkebunan dan industri kelapa sawit. Ia senang karena saat ini luas perkebunan rakyat di Kalbar terus meningkat, bahkan mulai mendekati luas perkebunan swasta.  Harga sawit juga terus membaik sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya senang perkebunan rakyat ini hampir mendekati perkebunan besar swasta sehingga bisa menjaga harga, tidak fluktuatif di pasar," ungkapnya saat menjadi pembicara dalam Seminar Pengembangan Ekonomi Daerah Tahun 2021, yang diselenggarakan Bank Indonesia Perwakilan Kalbar, Kamis (16/9).

Ia juga menyampaikan data tentang luas perkebunan sawit yang ada di provinsi ini. Total luas lahan perkebunan besar swasta kini mencapai 1.170.940 hektare. Sedangkan perkebunan besar negara seluas 30.061 hektare dan perkebunan rakyat mencapai 707.438 hektare.

Dalam seminar bertajuk akselerasi pengembangan industri kelapa sawit untuk mendukung ekonomi berkelanjutan itu, Midji sapaan karibnya, juga menyampaikan soal harga sawit yang semakin membaik. Bahkan beberapa perkebunan besar mengambil pasokan dari perkebunan rakyat. Dengan demikian, harga Tandan Buah Segar (TBS) menjadi tinggi serta menguntungkan masyarakat.

Ia berharap kondisi ini bisa membawa kesejahteraan masyarakat terutama para petani sawit di Kalbar. Pengembangan juga diharapkan dapat terus dilaksanakan agar situasi positif ini stabil. Ia menjabarkan, pada rencana umum pengembangan perkebunan Kalbar,  kelapa sawit dipatok seluas 3.871.085 hektare.

Sementara izin usaha yang sudah diterbitkan mencapai 3.308.325 hektare dan existing-nya seluas 1.908.403 hektare. "Jadi masih cukup besar lahan yang bisa dikembangkan untuk sawit ini. Mudah-mudahan pengembangannya tidak melalui pembakaran lahan sehingga menimbulkan masalah baru,” harapnya.

Sedangkan untuk produksi CPO Kalbar tercatat sudah mencapai sekitar 4.021.942 ton per tahun. Namun Midji menyayangkan ekspor CPO tersebut sebagian masih tidak tercatat di Kalbar. "Berdasarkan catatan saya masih belum sampai satu juta ton sampai hari ini yang tercatat ekspor melalui Kalbar. Meskipun demikian, dengan adanya Pelabuhan Internasional Kijing, catatan itu semakin baik," pungkasnya.

Dalam seminar ini, turut hadir secara virtual, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar Agus Chusaini, Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Kementerian Perindustrian Emil Satria, Akademisi Insitut Pertanian Bogor Prof. Dr. Purwiyatno H dan Wakil Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Pusat Togar Sitanggang serta Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana BPDPKS Kabul Wijayanto. (bar/r/ant)

Perkembangan Perkebunan Sawit Kalbar

Rencana umum pengembangan sawit             3.871.085 ha

Izin usaha yang sudah diterbitkan                  3.308.325 ha

Existing perkebunan sawit                              1.908.403 ha

Perkebunan besar swasta                                1.170.940 ha

Perkebunan besar negara                                 30.061 ha

Perkebunan rakyat                                          707.438 ha

Total produksi CPO                                        4.021.942 ton per tahun

Sumber: Data Olahan Editor : Super_Admin
#Perkebunan Sawit