“Saya senang perkebunan rakyat ini hampir mendekati perkebunan besar swasta sehingga bisa menjaga harga, tidak fluktuatif di pasar," ungkapnya saat menjadi pembicara dalam Seminar Pengembangan Ekonomi Daerah Tahun 2021, yang diselenggarakan Bank Indonesia Perwakilan Kalbar, Kamis (16/9).
Ia juga menyampaikan data tentang luas perkebunan sawit yang ada di provinsi ini. Total luas lahan perkebunan besar swasta kini mencapai 1.170.940 hektare. Sedangkan perkebunan besar negara seluas 30.061 hektare dan perkebunan rakyat mencapai 707.438 hektare.
Dalam seminar bertajuk akselerasi pengembangan industri kelapa sawit untuk mendukung ekonomi berkelanjutan itu, Midji sapaan karibnya, juga menyampaikan soal harga sawit yang semakin membaik. Bahkan beberapa perkebunan besar mengambil pasokan dari perkebunan rakyat. Dengan demikian, harga Tandan Buah Segar (TBS) menjadi tinggi serta menguntungkan masyarakat.
Ia berharap kondisi ini bisa membawa kesejahteraan masyarakat terutama para petani sawit di Kalbar. Pengembangan juga diharapkan dapat terus dilaksanakan agar situasi positif ini stabil. Ia menjabarkan, pada rencana umum pengembangan perkebunan Kalbar, kelapa sawit dipatok seluas 3.871.085 hektare.
Sementara izin usaha yang sudah diterbitkan mencapai 3.308.325 hektare dan existing-nya seluas 1.908.403 hektare. "Jadi masih cukup besar lahan yang bisa dikembangkan untuk sawit ini. Mudah-mudahan pengembangannya tidak melalui pembakaran lahan sehingga menimbulkan masalah baru,” harapnya.
Sedangkan untuk produksi CPO Kalbar tercatat sudah mencapai sekitar 4.021.942 ton per tahun. Namun Midji menyayangkan ekspor CPO tersebut sebagian masih tidak tercatat di Kalbar. "Berdasarkan catatan saya masih belum sampai satu juta ton sampai hari ini yang tercatat ekspor melalui Kalbar. Meskipun demikian, dengan adanya Pelabuhan Internasional Kijing, catatan itu semakin baik," pungkasnya.
Dalam seminar ini, turut hadir secara virtual, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar Agus Chusaini, Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Kementerian Perindustrian Emil Satria, Akademisi Insitut Pertanian Bogor Prof. Dr. Purwiyatno H dan Wakil Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Pusat Togar Sitanggang serta Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana BPDPKS Kabul Wijayanto. (bar/r/ant)
Perkembangan Perkebunan Sawit Kalbar
Rencana umum pengembangan sawit 3.871.085 ha
Izin usaha yang sudah diterbitkan 3.308.325 ha
Existing perkebunan sawit 1.908.403 ha
Perkebunan besar swasta 1.170.940 ha
Perkebunan besar negara 30.061 ha
Perkebunan rakyat 707.438 ha
Total produksi CPO 4.021.942 ton per tahun
Sumber: Data Olahan Editor : Super_Admin