Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Tarian dan Nyanyian Tradisional Papua Sambut Tim Aju KONI Kalbar di Merauke

Salman Busrah • Selasa, 21 September 2021 | 09:01 WIB
Tim AJU KONI Kalbar sudah datang di Merauke. Ada tiga Cabor yang diikutsertakan Kalbar di Merauke. Anggar, wushu dan balap motor.
Tim AJU KONI Kalbar sudah datang di Merauke. Ada tiga Cabor yang diikutsertakan Kalbar di Merauke. Anggar, wushu dan balap motor.
Perwakilan tim AJU KONI Kalimantan Barat tiba di Kabupaten Merauke, Senin (20/9). Sesampainya di Bandar Udara Mopah Merauke, iringan tarian tradisional dan nyanyian khas lagu Merauke menyambut para pengurus dan atlet yang bakal berlaga di PON ke dua puluh itu. Bagaimana keseruan sambutan kontingen PON di tanah Papua?

Mirza Ahmad Muin, Merauke

Perjalanan Tim AJU KONI Kalimantan Barat menuju Kabupaten Merauke menempuh waktu 24 jam. Berangkat Minggu pagi dari Pontianak, perwakilan KONI Kalbar yang ditugaskan di Merauke sudah tiba ke Jakarta Minggu siang. Namun, karena keberangkatan pesawat transit baru terbang pukul dua, Senin dini hari. Menjadikan perjalanan itu cukup panjang dan melelahkan.

Dari Jakarta, dua jam perjalanan udara menuju transit di Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makasar begitu nyaman. Kondisi cuaca dini hari, hingga pukul enam pagi ketika tiba di Makasar begitu bersahabat. Tak lama, perjalanan pun dilanjutkan menuju Kota Jayapura dengan waktu tempuh kurang lebih lima jam perjalanan.

Setiba di Bandar Udara Sentani Jayapura, perjalanan kemudian dilanjutkan kembali ke Kabupaten Merauke pada pukul dua siang. Di perjalanan, hamparan hutan belantara dari atas pesawat jadi pemandangan jamak menuju Merauke. Kondisi alam Pulau Papua yang berbukit diseling lautan betul-betul jadi pembedanya. “Kurang lebih satu setengah jam lagi perjalanan kita sampai ke Merauke,” ujar penumpang disebelah saya.

Prediksi penumpang asal Medan yang kerap bolak balik ke Merauke karena pekerjaan itu tepat. Satu jam setengah perjalanan. Tibalah tim AJU KONI Kalbar, di tanah Merauke pukul setengah empat sore.

Dari kaca jendela pesawat. Kurang lebih dua puluh meter menuju pintu masuk bandara, tim penyambutan sudah bersiap. Iringan tarian adat Papua menarik mata memandang.

Para muda mudi, dengan pakaian khas Papua begitu riang menyambut saudara se Indonesia yang tiba di Tanah Merauke. Koordinator Sub Bidang Sosial Budaya pelaksanaan PON Papua XX di Kabupaten Merauke, Romanus menjelaskan, tarian penyambutan ini merupakan tradisi masyarakat Papua ketika menerima tamu datang.

Gerakan dan iramanya senada dengan pukulan gendang yang ditabuh pemainnya. Nyala semangat dan suasana riang makin terasa, tatkala para penari itu menyanyikan lirik-lirik membangkitkan semangat buat berolahraga.

Kata dia, tarian sambutan kontingen peserta PON Papua XX menjadi tajuk pertama ketika kontingen datang di tanah Merauke. “Mulai dari 19 September ini sampai 16 Oktober mendatang para kontingen akan disambut tarian dan nyanyian khas Papua. Kelompok tarinya beda-beda. Karena kami melibatkan banyak sanggar tarian di Merauke,” ujarnya.

Saat tarian tersebut berjalan. Salah satu penerima tamu kontingen, memberikan mahkota berbulu Burung Cendrawasih kepada Ketua Kluster Kontingen Kalbar, Edi Firman. Selain itu, mahkota tersebut juga diberikan pada perwakilan dari Maluku.

Kemeriahan sambutan kontingen PON Papua XX di tanah Merauke makin terasa saat para atlet dan pengurus keluar dari pintu Bandara Mopah Merauke. Disana, musik rakyat Sakil Grup Merauke didendang. Para kontingen juga diajak berfoto dan bernyanyi bersama. Ikatan saudara dari Sabang sampai tanah Merauke begitu lekat disana.

Kata Ketua Musik Rakyat Sakil Grup Merauke, Yan Gepze menjelaskan, lagu yang dinyanyikan menceritakan tentang burung Cendrawasih. Ini merupakan musik rakyat yang dinyanyikan oleh seniman Papua di era 80 an. Agar tidak tertelan zaman, musik tradisional ini terus diregenerasikan oleh kaum muda. “Mereka ini juga menyanyikan lagu seluruh Papua. Mulai dari gunung pantai utara hingga daerah selatan, dengan menggunakan bahasa Kaimana,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kluster Kontingen PON Kalbar yang berlaga di Merauke, Edi Firman menjelaskan, terdapat tiga cabang olahraga yang dimainkan Kalbar disini. Pertama Wushu, Anggar dan Balap Motor. Anggar menjadi cabor unggulan yang berpotensi meraih medali di Merauke.(**) Editor : Salman Busrah
#pon #KONI Kalbar