Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

TBS Sawit Naik, Tembus Rp2.600 Perkilogram

Super_Admin • Minggu, 3 Oktober 2021 | 09:24 WIB
BONGKAR MUAT: Sejumlah pekerja sedang bongkar muat hasil sawit di Desa Miau Merah, Simpang Silat, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Sawit menjadi salah satu komoditi unggulan selain karet di Kalimantan Barat. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST
BONGKAR MUAT: Sejumlah pekerja sedang bongkar muat hasil sawit di Desa Miau Merah, Simpang Silat, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Sawit menjadi salah satu komoditi unggulan selain karet di Kalimantan Barat. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST
PONTIANAK - Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Kalimantan Barat terus mengalami kenaikan. Berdasarkan hasil penetapan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar untuk Periode II September 2021 yang berlaku hingga 15 Oktober, TBS sawit umur 10 -20 tahun mencapai RpRp2.668,55 per kilogram.

"Bersyukur harga TBS sawit di Kalbar stabil dan mengalami tren kenaikan. Kenaikan ini dipengaruhi pasar dunia yang saat ini terjadi kekurangan pasokan minyak nabati dari komoditas lain seperti kedelai, kacang, bunga matahari, dan lain sebagainya. Hal ini membuat permintaan akan minyak sawit meningkat, sehingga mendongkrak harga CPO," ujar Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar, Munsif di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu (2/10).

Ia menambahkan, tren kenaikan harga sawit juga dipengaruhi oleh penyerapan biodisel dari pasar dalam negeri. Melalui Program B30 yang dicanangkan pemerintah, penyerapan minyak sawit mentah (CPO) semakin meningkat sehingga berdampak pada harga.

"Kami optimis tren positif ini berlanjut mengingat Program B30 mendapatkan dukungan yang besar dari pemerintah. Apalagi program biodiesel dari sawit ini akan ditingkatkan lagi menjadi B50 hingga mungkin sampai B100," kata dia.

Menurut dia, adanya kenaikan harga sawit baik itu TBS, CPO, hingga PKO (Palm Kernel Oil) sangat berdampak pada kesejahteraan petani di Kalbar. Ekonomi daerah semakin tumbuh dan berdampak luas di sektor lainnya.

"Nilai Tukar Petani (NTP) Kalbar September 2021 sebesar 134,25 poin naik 2,83 persen dibanding NTP bulan Agustus 2021 sebesar 130,56 poin. Kemudian secara khusus untuk NTP Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) sendiri ada kenaikan sebesar 3,67 persen. Hal ini terjadi karena disebabkan oleh naiknya indeks kelompok tanaman perkebunan rakyat khususnya komoditas kelapa sawit, karet, cengkeh," jelas dia.

Sementara untuk harga CPO pada Periode II September 2021 sendiri dipatok Rp12.136,17 per kilogram dan inti sawit (PKO) Rp6.219,36 per kilogram. Sebelumnya pada Periode I September 2021 untuk harga tertinggi TBS mencapai Rp2.677,40 per kilogram. Sedangkan untuk harga CPO Rp12.217, 20 per kilogram, dan untuk PKO Rp6.067,39 per kilogram.(ant) Editor : Super_Admin
#sawit