Chief de Mission Kalbar di PON XX Papua, Zainal Sarpani menjelaskan, defile adalah salah satu bagian dari opening ceremony pada PON XX Papua. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh perwakilan kontingen dari Indonesia.
"Salah satu tujuannya adalah silaturahmi antar kontingen. Sementara untuk busana adat daerah, adalah untuk memperkenalkan adat istiadat daerah masing-masing," tuturnya.
Opening Ceremony PON XX Papua sendiri berlangsung meriah. Kali ini, konsep yang diangkat adalah eksplorasi budaya Papua dalam rangka memperkenalkan adat istiadat Bumi Cenderawasih.
Kegiatan dibuka langsung oleh Presiden Jokowi dan dihadiri menteri kabinet Indonesia Maju, perwakilan Pemda se-Indonesia, dan peserta PON XX Papua.
Ribuan warga menyaksikan acara ini. Kendati menyaksikan dari luar stadion, mereka tetap tak beranjak hingga berakhirnya acara. "Kami sangat bangga pembukaan PON Papua berlangsung meriah. Ini luar biasa," kata Samuel warga Sentani Jayapura.
Apalagi, lanjut dia, secara keseluruhan acara berlangsung sangat meriah dan spektakuler terutama saat pesta kembang api."Pesta kembang apinya sangat spektakuler membuat suasana menjadi tambah meriah. Kami sangat bangga dan terharu pembukaan PON berlangsung semarak," jelasnya.
Ia mengaku tak dapat memasuki kompleks stadion karena terhalang persyaratan yang harus dimiliki. Untuk memasuki kawasan Stadion Lukas Enembe. Penonton harus menunjukkan hasil negatif tes PCR 2 x 24 jam atau hasil negatif tes antigen 1 x 24 jam.
Namun demikian, ia mengaku senang. Hal yang sama diutarakan Yoris warga Papua lainnya."Pembukaan PON sangat meriah. Apalagi saat ada tembakan kembang api," tambahnya. (ant/iza) Editor : Super_Admin