Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Atlet Angkat Besi dan Menembak Tambah Perolehan Medali Kalbar di PON XX Papua

Super_Admin • Jumat, 8 Oktober 2021 | 11:17 WIB
MEDALI: Dua atlet angkat besi berhasil memberikan medali perak dan perunggu bagi Kalbar. (IST)
MEDALI: Dua atlet angkat besi berhasil memberikan medali perak dan perunggu bagi Kalbar. (IST)
JAYAPURA - Kontingen Kalimantan Barat mampu menambah tiga medali di PON Papua XX, Kamis (7/10). Masing-masing di cabang olahraga angkat besi dan menembak. Total raihan medali yang didapat Kalbar kini 1 emas, 2 perak dan 3 perunggu.

Dua lifter putri andalan Kalbar di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, Restu Anggi dan Putri Aulia, berhasil mempersembahkan medali bagi Kalbar.

Bertanding di Auditorium Universitas Cenderawasih (Uncen) Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Restu Anggi yang turun di Kelas 64 Kg harus puas meraih medali perak. Sementara Putri Aulia, bermain di Kelas 59 Kg mendapat medali perunggu.

Restu Anggi kalah dari lifter asal Jabar, Tsabitha Alfiah yang menambah perolehan emas Provinsi Jawa Barat. Anggi membukukan total angkatan 206 Kg, di mana angkatan snatch 91 Kg serta clean and jerk 115 Kg. Sementara medali perunggu didapat Putri Aulia dengan total angkatan 187 Kg.

Atas dua tambahan medali ini, Ketum KONI Kalbar, Fachrudin D Siregar sangat mengapresiasi. Ia yang hadir langsung di Tribun VIP Auditorium Uncen, terus menyemangati dua lifter tersebut.

“Alhamdulillah. Selamat atas raihan medali di PON kali ini. Semoga ke depannya akan semakin bagus. Tingkatkan latihan dan disiplin dalam menjaga kondisi fisik,“ paparnya.

Adapun lawan Restu Anggi di Cabor Angkat Berat Kelas 64 Kg yang meraih medali emas adalah Tsabitha Alfiah asal Jabar. Ia tak menemukan hambatan yang berarti saat melakukan angkatan clean and jerk dalam tiga kesempatan yakni 107kg, 112kg dan 115kg.

Lifter berusia 21 tahun yang pernah tampil di kejuaraan Asia itu membukukan total angkatan terbaik 212 kg terdiri atas 97 kg snatch dan 11 kg clean and jerk, demikian catatan panitia pelaksana angkat besi PON Papua.

Sementara Lifter Christina Maria, asal Jawa Timur berhak atas medali perunggu seusai mencatatkan angkatan total 198 Kg dengan snatch 88 Kg dan clean and jerk 110kg.

Dalam penampilannya di Auditorium Universitas Cenderawasih, Kabupaten Jayapura, Papua, Tsabitha hanya gagal pada angkatan kedua Snatch 97 kg.

Final tersebut diikuti delapan lifter. Selain Tsabitha, Restu dan Christina, juga hadir Bernadicta Babela mewakili Lampung, Siti Sarah dari Kalimantan Timur, Nur Mulianita dari DKI Jakarta, Inseren Baransano mewakili tuan rumah Papua dan Mayasah Dwi dari Jabar.

Sedangkan medali emas di kelas 59 Kg yang diikuti oleh Putri Aulia diraih oleh Atlet Kaltim, yaitu Nelly Agustin. Nelly berhasil meraih medali emas, dengan total angkatan 195 Kg, lalu disusul oleh Sarah atlet angkat besi dari Jawa Barat (Jabar) yang meraih medali perak, total angkatan 193 Kg.

Sementara itu, Andrian atlet menembak perwakilan Provinsi Kalbar berhasil meraih medali perunggu kategori menembak reaksi cepat, yang dimainkan di Lapangan Tembak Outdoor Lanud AU Silas Papare, Sentani Kabupaten Jayapura, Kamis (7/10).

Pantauan di lapangan, Andrian, pemuda karyawan Bank Mayapada Pontianak ini tampil prima, meskipun beberapa stage terjadi penurunan waktu dan perkenaan dibandingkan saat latihan.

Andrian memang sudah diprediksi akan tunduk pada Hans Christian (DIY) dan Vincensius (DKI). Dalam beberapa kompetisi sebelumnya, Andrian berat melampaui keduanya.

"Pada hari pertama, para penembak harus menyelesaikan lima stage. Kejar-kejaran angka sudah tergambar,hingga hari kedua(terakhir) stage 6 hingga 9, prediksi semakin jelas," ungkap Putra Djaja, pelatih Andrian yang juga sebagai Wakil Ketua Umum Perbakin Kalbar.

Pada stage 6 hingga terakhir (9), Andrian terus dibayangi oleh Khalil Gibran dari Papua Barat dan Gunadi dari Jatim. "Lunas utang saya kepada Kalbar untuk menampilkan apa yang terbaik yang bisa saya persembahkan. Sejak awal saya memang tidak menyampaikan target emas, perak atau perunggu, tapi yang terbaik," kata Andrian.

Menembak Kalbar yang saat ini digawangi DR.Masyhudi,SH.MH (Kajati Kalbar) patut mendapatkan apresiasi. Tahun ini merupakan kali pertama cabor menembak Kalbar mengikuti PON. Bahkan kepengurusan  Perbakin Kalbar sudah cukup lama vacum. Organisasi ini baru menggeliat kembali pada 2018 lalu dengan ketuanya saat itu Ir.Edi Rusdi Kamtono,MT. hingga langsung tancap gas mempersiapkan diri ikut PON.

"Saya bangga dan memberikan apresisasi yang tinggi. Terima kasih kepada Perbakin Kalbar, pertama kali ikut PON dan bisa membawa pulang medali," ucap Ketum KONI Kalbar, Fachrudin D Siregar.

Terpisah, Wali Kota Pontianak yang juga pengurus Perbakin Provinsi Kalbar, Edi Rusdi Kamtono menuturkan, kabar perunggu dari Adrian itu merupakan sesuatu yang menggembirakan. "Saya turut gembira dan bangga. Perbakin Kalbar bisa ikut menjadi penyumbang medali di PON Papua," ujarnya.

Usai dari PON Papua, menurutnya akan dilakukan evaluasi di kepengurusan Perbakin Provinsi. Tujuannya untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi lagi. Dari sisi pemerintah, dia yang menjabat Wali Kota Pontianak bersama pengurus Perbakin semakin bersemangat merencanakan pembangunan sarana prasarana latihan tembak di Kota Pontianak. (iza) Editor : Super_Admin
#angkat besi #menembak #PON XX Papua