Kedua tim langsung bermain terbuka sejak awal laga. Duel ketat di lini tengah terus terjadi pada pertandingan kali ini. Persipon Pontianak sulit mengembangkan pertandingan hingga pertengahan pertandingan babak pertama. Hal ini karena pressing ketat yang dilakukan PS Kubu Raya.
Sebaliknya, PS Kubu Raya beberapa kali mengancam pertahanan Persipon Pontianak. Baru pada 15 menit menjelang turun minum, anak-anak Elang Khatulistiwa dapat bermain lepas. Beberapa peluang langsung tercipta dari striker Persipon Pontianak, Haikal dan gelandang, Wais.
Kebuntuan akhirnya pecah setelah Haikal berhasil menyundul umpan corner dari Ca'eng pada menit ke-43. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum. Di babak kedua, permainan kedua tim masih berjalan ketat dan panas. Duel antar-pemain tak sedikit yang berujung pelanggaran.
Beberapa peluang terus tercipta dari kedua kesebelasan, namun tidak ada gol tambahan yang tercipta. Baru di menit ke 81 Yohanes Fian berhasil merobek jala gawang PS Kubu Raya yang dijaga oleh Firmansyah lewat sundulannya. Skor pun berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan Persipon Pontianak.
Dua menit setelah gol tersebut, Haikal lagi-lagi berhasil menjebloskan bola ke gawang PS Kubu Raya, usai menerima umpan terobosan dari Felix Fortunata. Skor 3-0 untuk keunggulan Persipon Pontianak.
Dua menit menjelang bubar, PS Kubu Raya berhasil memperkecil ketertinggalan lewat sepakat Deni. Skor berakhir 3-1 untuk kemenangan Persipon Pontianak. Dengan hasil ini, Persipon memastikan satu tempat di semifinal Liga 3 Zona Kalimantan Barat.
Ketua PSSI Pontianak, Bahasan yang turut hadir menyaksikan pertandingan kali ini, mengatakan, Persipon unggul atas lawannya dari sisi permainan dan fisik. Namun yang menjadi sorotannya adalah emosi para pemain.
"Yang menjadi kendalanya adalah emosi. Hal ini perlu diedukasi oleh tim sehingga bisa mengendalikan emosi," ucap Wakil Wali Kota Pontianak tersebut.
Ia juga merasa senang Persipon Pontianak berhasil lolos ke semifinal dan berharap bisa menjadi juara. "Kalau saya lihat lawan yang tangguh kali ini adalah Persikat Ketapang, namun kemarin Persipon berhasil menang. Kita optimis bisa meraih juara Liga 3 zona Kalbar kali ini,"jelasnya.
Usai pertandingan, Pelatih Persipon Pontianak, Syahril mengaku melawan PS Kubu Raya menjadi salah satu pertandingan terberat, karena menjadi tim kuda hitam.
"Tapi Alhamdulillah anak-anak bisa mengatasi pertandingan kali ini dan tidak terpancing emosi. Kita bermain all out dan bebas hari ini,"katanya
Syahril mengungkapkan di pertandingan terakhir melawan PS Sanggau, ia akan melakukan sedikit rotasi pemain. "Karena beberapa pemain juga ada yang mendapat kartu kuning, jadi jika kita paksakan melawan PS Sanggau, takutnya pemain tersebut tidak bisa bermain di semifinal akibat akumulasi kartu," tuturnya.
"Saya kepenginnya pertandingan terkahir nanti juga bisa meraih kemenangan, agar semangat menuju semifinal lebih dirasakan,"sambungnya.(var/har/ant) Editor : Syahriani Siregar