Persipon Pontianak mengubah hampir seluruh susunan pemainnya. Pertandingan berjalan alot sejak awal laga, PS Sanggau bermain all out demi mengamankan tiket semifinal. Namun, meskipun susunan pemain diubah, serangan Persipon Pontianak tak mengendorkan permainan.
Beberapa peluang terciptakan oleh kedua tim, namun hingga turun minum, skor kacamata masih menghiasi papan skor.
Di babak kedua, kedua tim masih sama-sama kesulitan menembus pertahanan lawan. Persipon Pontianak mencoba mengganti beberapa pemain, hasilnya permainan di lini tengah Persipon Pontianak lebih hidup.
Puncaknya pada menit ke-86, sepakan mendatar M. Hanafi dari luar kotak pinalti berhasil mengubah skor untuk keunggulan Persipon Pontianak. Skor 1-0 pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan untuk kemenangan Persipon Pontianak. Hasil ini mengantarkan Persipon sebagai juara grup B Liga 3 zona Kalbar.
Pelatih Persipon Pontianak, Syahril mengatakan, rotasi yang dilakukan untuk menghindari akumulasi kartu kuning, karena ada beberapa pemain inti yang sudah mendapatkan kartu kuning pada pertandingan sebelumnya.
"Bukannya saya menganggap remeh lawan, rotasi kali ini untuk menghindari kartu kuning, jika terkena kartu kuning lagi artinya tidak bisa bermain di semifinal. Di pertandingan kali saja ada satu kecolongan kartu kuning, artinya ia tidak bisa bermain di semifinal,"kata Syahril seusai pertandingan.
Ia melanjutkan, striker Persipon yaitu Hanafi kurang mendapat support dan suplai bola dari rekan yang lain, sehingga peluang mencetak gol minim tercipta.
"Hanafi ini bukan pemain cadangan, ini merupakan salah satu strategi saya, hanya saja di pertandingan kali ini kurang mendapat suplai bola. Di 15 menit terakhir saya masukkan pemain baru, dan terbukti suplai bolanya lebih baik, dan dia (Hanafi) bisa mencetak gol,"ucapnya.
Berhadapan dengan Delta Khatulistiwa pada pertandingan semifinal, Syahril mengatakan kedua tim harus menjunjung tinggi sportivitas. "Untuk pemain sendiri, harus saling support, main cantik, selalu ingin menang, dan tidak berbuat yang tidak perlu dilakukan,"jelasnya.
Sementara itu, Manager Persipon Pontianak, Lely Suheri menuturkan, para pemain sudah menjalankan strategi pelatih dengan baik. Di babak semifinal, pihaknya tidak pilih-pilih lawan untuk dihadapi.
"Kekuatan semua tim di semifinal cukup merata, yang jelas tim di semifinal ini sudah sangat siap,"imbuhnya.
"Kemudian jelang semifinal kita lakukan recovery karena ada jeda istirahat sebelum pertandingan nanti, yang kami antisipasi adalah kartu kuning, jadi nantinya ada pemain ini yang tidak dimainkan,"sambungnya.
Ia mengaku Persipon akan memberikan yang terbaik untuk warga Kota Pontianak. "Sudah saatnya kita menjadi juara di Liga 3 kali ini,"pungkasnya. (var) Editor : Super_Admin