PONTIANAK POST - Harga minyak dunia terjun bebas lebih dari 15% pada perdagangan Rabu (8/4) di Asia. Penurunan tajam ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyetujui gencatan senjata dua minggu dengan Iran.
Keputusan ini diumumkan hanya beberapa jam sebelum tenggat waktu serangan militer berakhir. Pasar merespons positif meredanya risiko konflik di jalur pasokan energi global.
Baca Juga: Gencatan Senjata Iran: Teheran Siap Buka Selat Hormuz
Harga Minyak Dunia WTI Anjlok Signifikan
Sebagaimana dilansir Investing. com, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menjadi yang paling terdampak. Harga komoditas ini merosot tajam dari level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.
Berikut rincian pergerakan harganya:
-
Penurunan: Harga WTI anjlok 18% ke level $92,61 per barel.
-
Perbandingan: Sebelumnya, WTI ditutup di level $112,41 pada hari Selasa.
-
Sentimen: Pasar meninggalkan aset aman seiring batalnya eskalasi militer di Timur Tengah.
Baca Juga: Trump Umumkan Gencatan Senjata Iran, Tunda Serangan Militer 2 Minggu
Dampak Gencatan Senjata Iran dan Selat Hormuz
Trump menyebut gencatan senjata ini sebagai "jeda dua sisi". Syarat utamanya adalah Iran harus segera membuka kembali Selat Hormuz secara aman bagi pelayaran internasional.
Poin-poin penting dari kesepakatan ini antara lain:
-
Target Militer: AS mengeklaim tujuan utama militer mereka di kawasan tersebut sudah terpenuhi.
-
Negosiasi Damai: Iran mengajukan proposal 10 poin sebagai dasar kesepakatan jangka panjang.
-
Peran Mediator: Pakistan menjadi aktor kunci yang mendesak kedua pihak untuk mundur dari ambang perang.
Baca Juga: Iran Klaim Kemenangan, Sebut Telah Paksa AS Terima Rencana 10 Poin
Pentingnya Jalur Selat Hormuz bagi Pasar Global
Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia. Jalur ini menangani sekitar 20% dari total aliran minyak mentah secara global setiap harinya.
Blokade yang sempat terjadi selama beberapa minggu telah mencekik pasokan dunia. Dengan dibukanya kembali jalur ini, kekhawatiran akan kelangkaan energi global pun resmi mereda.
Trump mencatat bahwa sebagian besar masalah besar telah diatasi. Jendela waktu dua minggu ini akan digunakan untuk memfinalisasi penyelesaian damai yang lebih permanen.(ron)
Editor : Uray Ronald